Hujan Untuk Pelangi

Teruslah bermimpi, teruslah bermimpi, bermimpilah selama engkau masuh dapat bemimpi”- R. A. Kartini.

Hai sahabat Jendelis, Kartini-kartini masa kini  yang tengah berjuang, bicara tentang mimpi, masih ingatkan? Sekitar 135 tahun yang lalu, seorang wanita lahir dengan mimpi besarnya. Mimpi yang pada akhirnya membawa kita ‘para wanita’ kepada indahnya Alam ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa. Mimpi yang membuat kita menghirup sejuknya udara yang berisik seolah menggelitik. Mimpi yang membuat kita mengdengar kabar gembira dari seekor burung merpati putih.

Mimpi yang yaa, membuat kita sadar bahwa Dunia ini tidak hanya ada panci dan wajan, tanpa harus lupa cara menggunakannya. Mimpi yang membuat kita merasakan bagaimana kesetaraan tanpa lupa kodrat perempuan. Dan mimpi yang membuat kita terbang mengisi bagian dari dunia yang luas tanpa lupa isi dapurnya.

Sahabat jendelist, teruslah bermimpi setinggi-tingginya seakan-akan langit sudah bukan menjadi penghalang bagi kita. Sekarang sudah bukan lagi zamannya kita yang turun tangan melawan kerasnya hidup sebagai wanita, bukan juga zamannya kita yang mati-matian memperjuangkan hak-hak kita sebagai wanita. Dulu, Seorang wanita bernama Kartini telah berjuang akan hak-hak kaumnya. Dan sekarang adalah waktunya kita para kartini-kartni masa kini yang meneruskan perjuangan Beliau.

Lantas apa yang harus kita teruskan dari sosok Kartini?

Mulailah dengan sentuhan-sentuhan lembut dari tangan mungil yang lemah gemulai itu, dan yakinlah bahwa tangan kecilmu dapat menggenggam Dunia ini. Teruslah bermimpi untuk menjadi hujan yang setalah kepergiannya akan muncul pelangi yang mengindahkan seluruh penjuru Dunia.

Sahabat Jendelist, sekarang sudah saatnya kita untuk menjadi hujan yang mengindahkan segala penjuru Dunia saat pelangi datang. Memberikan yang terbaik yang kita mampu, pergi, dan meninggalkan kebahagiaan. Menjadi generasi cerdas yang selalu menjunjung tinggi kehormatan sebagai wanita.

Aku Kartini Masa Kini.

Leave a Reply