Anjang Sana Perpustakaan Bantul

Minggu, 18 Oktober 2015

anjang-sana-perpustakaan-bantul-1

Hei, Sobat … long time no see …

Hari ini rasanya sama seperti 2 tahun yang lalu. Ya, tepatnya saat aku baru pertama kali menjadi bagian dari Jendelist. Aku bertemu dengan orang-orang baru, lingkungan baru dan jugaa … cerita baru. Hmm … setelah sekian lama hari Mingguku hanya diisi dengan kesibukan yang tak jelas akhirnya Minggu ini rutinitas menyenangkan kembali memberiku kesempatan untuk bertandang. Setelah sekian lama, banyak sekali perubahan yang terjadi pada Komunitas yang telah menjadi keluarga keduaku ini. Tentu saja perubahan yang sangat baik, Jendela semakin bersinar secerah bintang di langit dan sehangat mentari di Minggu pagi (eaaa lebay), tapi bener lho sehangat senyum dari kakak-kakak Jendelist yang setia meluangkan hari liburnya untuk berbagi.

Hari ini, tepat saat pertama kalinya aku mengikuti kegiatan rutin di Perpustakaan Bantul. Teman-teman PJ telah mempersiapkan agenda untuk adek-adek di perpustakaan, yaitu anjang sana. Tepat sekali, entah ini sebuah kebetulan atau sesuatu semacam ikatan aku tak mengerti. Tetapi tema anjang sana yang dibuat oleh Kak Koor kegiatan pagi ini, sangat sesuai karena inilah pertama kalinya aku anjang sana di perpustakaan Bantul. Sebagai orang baru, eh maksudnya orang lama yang baru nongol akupun masih merasa sedikit canggung dan perlu penyesuaian. Iyalah, maklum pertama kalinya masih belum memahami bagaimana adek-adek disana, bagaimana cara belajar disana dan bagaimana harus menjadi bagian dari mereka (ngeles). Alhasil, minggu ini aku hanya menjadi pemerhati.

Langsung pada kegiatan!

Bantu5

Setelah acara reuni kecil dengan teman-teman, kegiatanpun dimulai dengan mencari keringat. Ya, kami semua diajak oleh Kak Vina untuk melakukan senam Pinguin. Tahu kan seperti apa senam Pinguin itu? Ya pokoknya gitu lah bergaya ala pinguin sambil muter-muter gerakan tangan dan kaki. Lumayan minggu pagi dapat keringat sambil ketawa-ketawa seru. Tak kalah seru dengan senam Pinguin, ternyata Kak Vina juga telah menyiapkan game yang cukup untuk melatih konsentrasi, ingat harus fokus! Game itu dimulai dengan berhitung dari angka satu dan pada setiap kelipatan angka tiga, si peserta yang mendapat angka kelipatan tiga tersebut wajib bilang “doorrr!” (uh kaget), Bingung? Jadi gini “Satu, dua, dorr, empat, lima, dorr …” dan seterusnnya. Gampang kan! Kalau ada yang gagal fokus dan salah ucap atau kelamaan jawab akan dikasih hukuman lho ya!.

Setelah game selesai, seperti biasa yang namanya kegiatan Komunitas Jendela tak pernah terlepas dari yang namanya buku. B-U-K-U … ya, buku. Memang, hal yang paling membahagiakan itu
saat melihat adek-adek yang masih imut, lucu, polos, lugu mulai pada belajar membaca. Berasa ingat masa kecil. Kakak-kakak Jendelist yang hadir saat itu juga super semangat membimbing adek-adeknya untuk membaca, ada yang membaca buku dongeng dan ada juga yang memang baru belajar membaca.

Acara baca membaca kemudian dilanjutkan dengan membuat topi. Kok topi? Buat apa Kakak?. Nah topi ini yang buat ngelindungin kepala dari sinar matahari hehehe. Jadi gini, berhubung tema kali ini adalah anjang sana sambil menggambar peta, adek-adek perpustakaan Bantul dibimbing oleh Kakak-kakak Jendelist untuk membuat topi bajak laut. Ceritanya nih, nanti adek-adek akan mencari rumah masing-masing dan mulai menggambar peta sepanjang jalan yang rutenya adalah dari Perpustakaan ke rumah masing-masing. Mirip sama bajak laut yang sedang mencari harta karun. Inilah kali pertama aku mengikuti kegiatan disii, yaitu keliling Desa sambil mengenal lingkungan di sekitar Perpustakaan. Banyak sekali pelajaran yang aku dapatkan, dari mulai lingkungan, hingga seperti apa anak-anak yang ada di daerah ini.

Bantul1

Yang aku rasakan dan tak pernah berubah adalah, Komunitas ini selalu mengajarkanku banyak hal, banyak sekali hingga tak mampu terhitung. Meskipun banyak sekali perubahan yang sempat terlewatkan, namun perasaan saat berada bersama mereka selalu sama, selalu ceria, selalu tertawa karena anak-anak adalah bagian yang tak boleh begitu saja berlalu dengan sia-sia dalam fase kehidupan. So, yang udah pada tua macam Kakak-kakak Jendelist boleh lah ya seminggu sekali balik lagi jadi anak-anak #piss.

Semuanya tertawa lepas, bermain dan belajar bersama meski sempat ada yang menangis itu tak’kan lama. Beberapa saat setelahnya keceriaan dan senyum kembali terukir di wajah anak-anak itu.

Asyik jalan-jalan, hingga nyaris lupa waktu …

Akhirnya kamipun kembali ke Perpustakaan untuk melanjutkan kegiatan yang lain. Mengingat hari sudah semakin siang, matahari sudah semakin naik dan Kakak Jendelist sudah mulai lapar. Jadi setelah sampai di Perpustakaan dengan semangatnya adek-adek mulai menggambar peta. Satu per satu gambar telah terkumpul dan acara ditutup dengan berdoa bersama. Yup, berakhirlah sudah acara seru-seruan bareng adek-adek Perpustakaan Bantul Minggu ini. Seketika rasa lelah hilang mengingat wajah-wajah riang mereka. Semoga, minggu-minggu berikutnya bisa merasakannya lagi. Thanks for everything, Thanks for Jendela …

 

Tetap semangat dan jangan lupa bahagia, berbagi itu indah …

Bantul3

By : @detifebry_

 

Leave a Reply

ARE YOU READY? GET IT NOW!
Increase more than 500% of Email Subscribers!
Your Information will never be shared with any third party.
ARE YOU READY? GET IT NOW!
Increase more than 500% of Email Subscribers!
Your Information will never be shared with any third party.