Belajar Berelasi Lewat Komunitas Jendela Jogja

[Quote of the day]

Saya bukan tipe orang yang mudah akrab dengan anak-anak, tapi saya terharu ketika Daffa duduk dan membaca di pangkuan saya

***

Rabu, 22 Februari 2017

Hari Rabu di minggu terakhir bulan Februari 2017, Komunitas Jendela berkesempatan untuk diwawancarai oleh NET TV. Agenda wawancara meliputi wawancara anggota komunitas, peliputan kegiatan komunitas, mendongeng dan bermain bersama dengan adik-adik. Acara dimulai pukul 15.00 WIB di Ngemplak, Sleman, Yogyakarta.

Berhubung perkuliahan sudah berjalan, hari itu saya terpaksa datang terlambat. Sekitar pukul 16.00 WIB saya sampai di tempat acara. Kegiatan sudah dimulai dan saya langsung ikut terlibat mendampingi adik-adik bersama kakak anggota komunitas lainnya.

Acara mendongeng dilakukan menggunakan alat peraga, semacam wayang yang terbuat dari kardus yang digambar dan diwarnai oleh anak-anak dan dibantu oleh para Jendelist. Sebelum acara dimulai, anak-anak memilih cerita dongeng secara berkelompok dan mereka  membaca dongeng yang sudah disepakati untuk diperagakan. Para kru NET TV meliput kegiatan hari ini sejak awal acara.

Kakak Jendelist mendampingi anak-anak membaca buku dongeng. [Dokumentasi NET TV]

Anak-anak mendongeng menggunakan alat peraga. [Dokumentasi NET TV]

Ketika satu kelompok sedang mendongeng, para Jendelist dan adik-adik memperhatikan dengan penuh antusias. Di sela acara mendongeng, ada satu anak yang mengalihkan perhatian saya. Ia menjawab pertanyaan wawancara dari kru NET TV dengan penuh ekspresi. Saya merasa kagum melihat hal tersebut.

Hal lain yang berkesan bagi saya di hari itu datang dari seorang anak lain bernama Daffa. Ketika semua orang sibuk berkegiatan, ia justru sibuk mondar-mandir di ruangan. Saya memutuskan untuk memulai percakapan karena ia kelihatan bingung. Saya mulai percakapan dengan menanyakan nama, umur dan apakah dia sudah membaca buku.

Daffa menjawab pertanyaan saya dengan lirih dan malu-malu. Ketika saya bertanya tentang buku yang ia baca, ia berkata bahwa ia belum baca buku dan langsung berinisiatif mengambil buku fabel tentang seekor kucing dan segerombolan tikus untuk dibaca. Saya terkejut ketika ia duduk di pangkuan. Saya bukan tipe orang yang mudah akrab dengan anak-anak, tapi saya terharu ketika Daffa duduk dan membaca di pangkuan saya.

Daffa sudah pintar membaca dan berintonasi. Ia membaca fabel tersebut dengan penuh ekspresi. Saya sangat menikmati momen tersebut sampai-sampai saya tidak sadar kalau semua orang sudah meninggalkan ruangan untuk bermain di luar. Setelah selesai membaca, saya, Daffa dan seorang rekan Jendelist lain bergegas bergabung dengan yang lain di lapangan.

Anak-anak, Jendelist, dan para kru NET TV di lapangan

Para Jendelist dan adk-adik melakukan permainan Tikus dan Kucing. Kami semua sangat menikmati permainan tersebut. Lelah saya seharian terbayar melihat tawa para adik-adik. Selama mengikuti kegiatan bersama Komunitas Jendela Jogja, saya belajar hal banyak seperti bagaimana menumbuhkan minat baca, mengakrabkan diri dengan orang lain dan secara pribadi, membangun rasa nyaman saya bersama anak-anak.

Dan menurut saya, acara peliputan NET TV sangat bermanfaat untuk mempromosikan aksi sosial seperti yang dilakukan Komunitas Jendela. Harapan saya kedepannya di Indonesia komunitas semacam Komunitas Jendela akan semakin banyak, karena pendampingan penumbuhan minat baca anak merupakan hal sangat penting dan perlu digiatkan.

Written by : Novita Dian

***

Berikut ini adalah video hasil liputan NET TV tentang Komunitas Jendela Jogja. Dapat diakses melalui kanal Youtube NET. BIRO YOGYAKARTA 

Leave a Reply

ARE YOU READY? GET IT NOW!
Increase more than 500% of Email Subscribers!
Your Information will never be shared with any third party.
ARE YOU READY? GET IT NOW!
Increase more than 500% of Email Subscribers!
Your Information will never be shared with any third party.