Berantas Buang Air Besar Sembarangan

Hari minggu yang cerah, matahari bagaikan menyambut para relawan dan adik adik untuk datang ke rumah baca yang terletak di daerah bakung. Mengawali acara dengan doa dan menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama sama. Lalu diikuti dengan kegiatan ice breaking yang bertujuan agar adik adik merasa lebih bersemangat dan tidak kaku. Selanjutnya kakak kakak relawan membagi para adik menjadi 2 kelompok. Kelas 0 sampai 2 dan kelas 3 sampai 8. Karna setiap minggu selalu mengadakan kegiatan membaca bersama, minat baca adik adik yang cukup tinggi membuat saya bersemangat. Pada hari itu saya mengalami kejadian tak terduga, para anak anak yang biasanya lebih minat membaca fantasi seperti komik atau novel dan bacaan ringan lainnya. Namun ternyata, saya menemui adik yang lebih tertarik membaca ensiklopedia ketimbang komik. Lebih memilih mempelajari sains dan ilmu pengetahuan, membuat saya sangat salut dengan tingginya minat baca adik adik bakung

 

Kegiatan selanjutnya ialah formal dan kebetulan saya sebagai pengisi materi. Saya membawakan materi Tinju Tinja Squad yang dirancang langsung oleh UNICEF. Karena selain kalimat yang mudah dimengerti, disisipkan juga gambar ilustrasi membuat para adik adik minat untuk memperhatikan. Saya menjelaskan tentang bahaya BABS dan dampak apa saja yang bisa menyerang masyarakat terutama anak anak. Setelah materi selesai, saya bersama teman saya Adinda Artikasari Sukoco serta kakak kakak relawan yang lain melakukan dance cuci tangan yang bertuan agar adik adik mengerti caca cuci tangan yang bersih. Setelah itu para adik adik dibagikan pekerjaan rumah yang bertujuan agar mereka memahami materi yang sebelumnya sudah diberikan.

 

Setelah membaca doa bersama, para adik adik pun salim dengan semua kakak relawan dan kami sempatkan untuk mengabadikan momen bersama. Setelah itu mereka pulang dengan orang tua masing masing yang sebelumnya sudah menunggu di depan rumah baca. Setelah para adik adik pulang, para relawan bersama sama membersihkan rumah baca dan melakukan ulasan apa saja yang kira kira kurang dan bisa menjadi masukkan untuk selanjutnya. Karena mereka tidak hanya mengajar, mereka ingin materi yang sudah diberikan bisa terserap oleh adik adik semua. Saya sangat salut dengan komunitas Jendelan Lampung, karena selain para relawannya yang baik juga bertanggung jawab, mereka pun ramah dan penuh perhatian. Saya harap komunitas Jendela Lampung terus berkembang dengan pesat dan bisa membantu para adik adik menggapai cita cita dan kesuksesan menggunakan caranya masing masing.

 

Tarissa Bunga M.A.B

Leave a Reply