BERDONGENG BERSAMA PAS ITB

10 Januari 2016

Hari minggu yang tidak seperti biasanya untuk Jendela Jogja karena ini adalah kegiatan pertama kami di tahun 2016. Selain itu, kami kedatangan tamu jauh yang ingin ikut berbagi bersama Jendela Jogja, yaitu teman-teman dari Pembinaan Anak-anak Salman (PAS) ITB. Semacam ada rasa bangga bercampur bahagia karena ada yang rela jauh-jauh berkunjung untuk sekedar berbagi waktu dan ilmunya bersama Jendela Jogja.

Teman-teman PAS ITB disebar ke tiga tempat kegiatan kami, yaitu 1) salah satu kampong di pinggir Sungai Code, 1) Suatu Kampung di Pajangan, Bantul dan 3) Rumah Baca Buku (Rubaku), di Maguwo, Sleman. Aku bersama enam jendelist lainnya dan 12 kawan dari PAS ITB melakukan kegiatan berbagi di Rubaku. Sembari menunggu adik-adik datang, kami berkenalan satu sama lain dan sedikit berbagi cerita tentang aktivitas masing-masing komunitas. Saat itu kami mulai menyadari bahwa kegiatan PAS ITB juga berinteraksi dengan anak-anak sama halnya dengan Jendela Jogja.

Kami memulai kegiatan di Rubaku dengan membaca buku selama 30 menit yang tentunya telah menjadi ciri khas kegiatan Jendela Jogja. Aku amati teman-teman PAS ITB mudah untuk berbaur dengan anak-anak dan terlihat begitu antusias. Setelah anak-anak sudah jenuh membaca buku, kami mempersilahkan teman-teman PAS ITB untuk membuka dan memandu kegiatan. Kegiatan dibuka dengan beberapa ice breaking yang menarik dan membangkitkan semangat, termasuk kepadaku. Selanjutnya, anak-anak dibagi ke beberapa kelompok untuk memudahkan kegiatan selanjutnya.

Teman-teman PAS ITB mengajak anak-anak untuk belajar mendongeng sekaligus melatih kreativitas dengan membuat karakter dongeng dalam bentuk boneka jari. Ada yang bercerita tentang asal usul suara kodok, kemudian membuat boneka jari berkarakter kodok sampai cerita tentang naga versus ayam. Semuanya begitu antusias walaupun ada yang kesusahan menjahit bagian pinggir bonekanya. Ada pula yang sibuk berlatih mendongeng sebelum kelompoknya tampil bercerita di depan semua temannya. Begitu menyenangkan untuk aku bisa melihat mereka yang menikmati kegiatan hari ini. Baik para jendelist ataupun dari PAS ITB juga merasa berbahagia. Hingga tiba saatnya untuk tampil, setiap kelompok bergiliran untuk pentas di depan semua penonton dengan boneka jarinya. Ada yang terlihat malu-malu, tapi akhirnya mau bercerita. Ada juga yang mencoba menambahkan beberapa cerita tambahan yang mengundang gelak tawa dari penonton. Anak-anak seperti sebuah kotak kado, selalu berisi kejutan. Kami tidak pernah tahu kado apa lagi yang akan mereka berikan kepada kami.

Kegiatan hari ini memberikan aku pelajaran untuk selalu bersemangat berbagi kepada siapapun dan dimana pun. Aku merasa belum bias berbagi banyak dalam hal materi, untuk itu aku hanya bisa berbagi dalam bentuk energi, ilmu, dan waktu. Karena waktu adalah sebuah satuan yang dapat diberikan namun tidak dapat dikembalikan, maka kepada teman-teman PAS ITB yang sudah bersedia meluangkan waktunya untuk berbagi bersama Jendela Jogja, diucapkan terima kasih. Senang sekali bisa bertemu dengan jiwa muda lainnya yang bersemangat untuk menebarkan hal-hal positif.

Salam berbagi.

cerita-mingguan-10-januaricerita10januari1

Oleh: Lugina Qolby Janari

Leave a Reply

ARE YOU READY? GET IT NOW!
Increase more than 500% of Email Subscribers!
Your Information will never be shared with any third party.
ARE YOU READY? GET IT NOW!
Increase more than 500% of Email Subscribers!
Your Information will never be shared with any third party.