Bermain Origami

Minggu, 1 Januari 2012

“The object of a new year is not that we should have a new year.
It is that we should have a new soul”

– G.K.Chesterseon –

Ini kegiatan pertama Komunitas Jendela di Shelter Gondang 1 Cangkringan di tahun 2012 sekaligus kali pertama saya menjadi volunteer Jendela. Mbak Baru, begitulah adik-adik itu menyapa saya. Canggung memang, tapi saya berupaya optimis karena agenda kegiatan hari ini adalah salah satu hobi saya yang sekarang sudah jarang saya lakukan: melipat origami 🙂

 “Hayo, origami berasal dari mana?

Jepang!!”

Saya tersenyum saat adik-adik kecil itu rebutan mencari letak Jepang di peta sampai hampir robek, beruntung kata Mbak Dhani petanya sudah diikhlaskan pemiliknya. Senyum saya tambah lebar ketika mendengar mereka melafalkan Honshu dan Tokyo dengan gaya mereka yang sangat menggemaskan. Mereka sangat antusias pada lembaran kertas warna-warni ini. Beberapa anak perempuan mengelilingi saya minta diajari cara melipat bangau dan bintang. Beberapa anak yang lebih besar mengelilingi laptop yang memutar video cara melipat ikan dan dinosaurus. Beberapa mengelilingi Mbak Dhani, Mas Nanang dan Mas Ridwan minta diajari melipat macam-macam. Yang lain ada yang melipat  benda-benda yang sudah mereka bisa: jungkit-jungkit, kamera. Tapi tak ada yang mau diajari melipat perahu, terlalu mudah kata mereka. Dasar. Hehe. Beberapa anak yang malas melipat kertas mulai menggunting origami mereka dalam bentuk-bentuk yang lucu lalu ditempel ke kertas origami lain (semacam scrapbook sederhana).

Semuanya ribut, semua tidak sabaran, semuanya minta kertas tambahan, semuanya rebutan gunting dan double tip, semuanya sibuk tapi yang pasti semua having such fun, even myself. Lewat lembar-lembar kertas warna warni tu menghilangkan sejenak pikiran-pikiran yang membebani saya selama ini, mengembalikan keceriaan saya dan membuat saya belajar banyak. Bagaimana adik-adik itu yang ngajarin saya cara buat kamera sambil ngomel-ngomel soalnya saya ketinggalan terus karena harus jawab pertanyaan adik-adik lainnya. Bagaimana adik-adik kecil itu mengalah pada temannya yang lebih kecil, bagaimana mereka tidak ada berkelahi dan menangis padahal mereka saling rebutan barang, bagaimana ketika melipat sesuatu yang sulit, mereka hanya menatap saya sambil tersenyum “Angel ini, Mbak” tapi terus mengulang sampai kertasnya lecek dan tidak menyerah.

Ketercengangan saya tidak selesai sampai disitu, saat pulang adik yang dari tadi memotong-motong kaleng bekas minuman bersoda—pertama saya bingung ini adik lagi ngapain—meminjam hp saya untuk foto ‘Kembang’. Rupanya kaleng bekas minuman bersoda itu ia potong kecil-kecil untuk jadi tangkai kembang seperti dibawah ini:

 

Subhanallah, bagus sekali.

Akhirnya hasil lipatan adik-adik itu digantung dengan tali dan dibawa pulang buat hiasan rumah masing-masing. Saya jadi pingin ke rumah salah satu adik dan ngintip kamarnya jadi seperti apa. Hehe.

Well, saat itu saya berfikir, mungkin prase “Ketenangan jiwa bisa dicari bila kau mendekatkan diri dengan yang di Atas*” bisa juga diartikan secara harafiah, bukan?

I’ve been told if I folded 1,000 paper cranes the gods would grant my wish, my wish is to come back here

*Atas adalah sebutan daerah Merapi bagi orang yang tinggal di Kota Jogja dan kawasan hinterlandnya

– Raisa Savitri Ramadhani –

 

3 Comments

  1. Marisa Latifa 07/01/2012
  2. titis 01/02/2012
    • Jendela 05/02/2012

Leave a Reply

ARE YOU READY? GET IT NOW!
Increase more than 500% of Email Subscribers!
Your Information will never be shared with any third party.
ARE YOU READY? GET IT NOW!
Increase more than 500% of Email Subscribers!
Your Information will never be shared with any third party.