Bisakah Aku Pulang?

 

Judul Buku: Pulang

Penulis: Leila S. Chudori

Penerbit: KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)

Tempat: Jakarta

ISBN: 978 – 979 – 91 – 0515 – 8

Tahun Terbit: 2012

Cetakan: Ketujuh, Februari 2016

Tebal: viii + 461 halaman

Pulang adalah sebuah novel karya Leila Chudori yang kental dengan nuansa peristiwa sejarah paling terkenal di Indonesia, G30SPKI. Cerita ini berangkat dari kisah seorang jurnalis muda, Dimas Suryo, yang bekerja di salah satu surat kabar beraliran “kiri”. Menghadiri sebuah acara di Perancis ternyata menjadi awal kehidupan barunya karena ia tidak dapat kembali pulang ke Indonesia dan harus rela dicap sebagai tahanan politik (tapol) di negeri orang. Ya, saat itu di Indonesia sedang terjadi pergolakan yang mengharuskan orang-orang “aliran kiri” dimusnahkan oleh pemerintahnya. Akhirnya, bersama tiga temannya –seorang Jawa dengan optimisme tinggi bernama Nugroho, si polos Risjaf dari Sumatera, dan Koh Tjai si juru hitung, Dimas mulai menata kembali hidupnya, mencoba membuang semua masa lalunya, baik masa lalu dengan negaranya, maupun masa lalu dengan seorang wanita, Surti.

Kehidupan terus berjalan, adalah Vivienne, hal yang ada di luar kendali Dimas. Tidak pernah direncanakan olehnya untuk bertemu dengan seorang wanita Perancis dan jatuh kepadanya. Menjalin hubungan dalam ikatan pernikahan bukanlah hal yang pernah ada di pikiran Dimas, tidak sampai akhirnya ia bertemu dengan Vivienne. Mungkin ini adalah awal yang benar-benar baru bagi Dimas, membangun sebuah keluarga, membangun sebuah restoran Indonesia bersama tiga temannya, dan kemudian memiliki seorang putri cantik bernama Lintang Utara. Hal inilah yang tidak pernah terbesit di benak Dimas. Begitu pula cap “eks tapol” miliknya yang ternyata cukup membuat Lintang mengalami beberapa kendala saat menjalani kehidupannya. Seorang anak dengan ayah “eks tahanan politik”.

Leila Chudori berhasil menceritakan novel ini dari berbagai sudut pandang, terlebih dari sudut pandang Dimas Suryo dan Lintang Utara. Saat Dimas Suryo berusaha melupakan semua masa lalu dan negaranya, di saat itu juga Lintang ingin pulang ke tanah kelahiran ayahnya dan menyelesaikan segala masalah di sana. Meskipun cerita dari beberapa kacamata berbeda akan menimbulkan kesan yang begitu nyata, tetapi hal itu dapat mengacak alur dari novel. Novel ini memiliki alur maju-mundur yang sedikit membingungkan jika pembaca tidak terbiasa membaca novel dengan dua alur. Untungnya, novel ini memiliki hint tersendiri untuk membedakan masa lalu, masa sekarang dan juga kacamata dari masing-masing tokoh.

Pulang, mampu menyajikan karakter dan kisah yang sangat kuat dan menarik. Karakter Dimas begitu menarik dengan kisahnya yang hanya mencintai seorang wanita walaupun telah menikah dengan wanita lain. Beberapa bab juga menceritakan secara detil tentang bagaimana penderitaan keluarga dari orang “yang dianggap pemberontak dari aliran kiri”. Cover buku dan ilustrasi di terbitan terbaru ini pun mampu menambah suasana mencekam dari kisah berlatar konflik September ’65. Dengan latar belakang sejarah, buku ini dapat memberikan wawasan baru tentang sejarah Indonesia. Bacaan yang ringan dengan beberapa penjelasan yang detil menjadikan pembaca awam juga dapat memahami peristiwa sejarah yang terjadi dalam novel ini.

Jadi, kapan pulangmu kau dapatkan? –yrz

 

Leave a Reply