Bung Karno Si Kutu Buku

Berbicara tentang pahlawan, tentu sosok Bung Karno tidak akan pernah luput dari benak kita. Karakternya yang tegas, berwibawa, dan penuh kharisma dalam memimpin negara ini, kuat menancap di hati para generasi bangsa. Namun, tahukah kalian disamping ketokohannya yang kuat tersebut, Bung Karno gemar sekali membaca?

Alkisah, sewaktu Bung Karno diasingkan ke Bengkulu, Beliau membawa koleksi-koleksi buku ilmiahnya. Beliau betah duduk berjam-jam hanya dengan ditemani buku. Hobi Sang Proklamator tersebut mengundang decak kagum anak Residen Bengkulu, Hooikas Jr. Ketika Bung Karno ditanya oleh Hoikas mengapa Bung Karno gemar sekali membaca, jawaban Bung Karno adalah,

“Orang muda, saya harus belajar giat sekali. Insya Allah, saya akan menjadi presiden negeri ini,”

Sontak, jawaban tersebut menjadi bahan tertawaan para Kompeni di Bengkulu. Namun bertahun-tahun setelahnya, mereka harus terkejut. Bung Karno menjadi Presiden Pertama Republik Indonesia!

Tentu saja, cita-cita Bung Karno tidak dapat tercapai secara instan dengan asal membaca. Bung Karno memiliki kemampuan membaca yang baik, atau dapat disebut sebagai kemampuan membaca secara aktif. Kemampuan membaca aktif inilah yang menjadikan Bung Karno dapat menyerap setiap pengetahuan yang dibacanya dengan baik sehingga Beliau memiliki wawasan yang sangat luas. Sampai akhirnya, wawasan yang luas tersebut mengantarkan Bung Karno dalam meraih cita-citanya. Nah, kita bisa belajar banyak dari Bapak Proklamator kita ini tentang bagaimana cara membaca aktif.

Berikut beberapa tips membaca aktif ala Soekarno yang dapat kita terapkan saat kita membaca :

  1. Mengembangkan Rasa Ingin Tahu

Ketika membuka sebuah buku, Bung Karno selalu membuat tujuan dari membaca suatu buku yang hendak dibaca. Beliau berangkat dari pertanyaan, “Masalah sehari-hari apa yang bisa saya jawab dengan membaca buku ini?” Untuk itu, akan lebih baik jika kita meningkatkan rasa awareness kita terhadap masalah sehari-hari. Kesadaran dan kepedulian kita terhadap suatu masalah akan memotivasi rasa ingin tahu kita untuk mencari solusinya, antara lain lewat membaca buku. Disamping itu, ketika kita membaca buku dengan bekal rasa ingin tahu, membaca buku lebihterasa mengasyikkan sehingga pengetahuan yang kita baca lebih terserap dalam ingatan.

  1. Berimajinasi !

“Aku menyelam sama sekali ke dalam dunia kebatinan ini. Dan disana aku bertemu orang-orang besar. Buah pikiran mereka adalah buah pikiranku. Cita-cita mereaka adalah pendirian dasarku. Secara mental aku berbicara dengan Thomas Jefferson. Aku merasa dekat dan bersahabat dengan dia, karena dia berceritera kepadaku tentang Declaration of Independence yang ditulisnya di tahun 1776. Aku memperbincangkan persoalan George Washington dengan dia……”

Kutipan di atas adalah tulisan Bung Karno dalam “Penyambung Lidah Rakyat”. Kutipan tersebut mengesankan bahwa Bung Karno membayangkan Beliau berbicara secara langsung dengan tokoh-tokoh besar untuk memperbincangkan peristiwa-peristiwa besar di masa lampau. Begitulah, cara Bung Karno berimajinasi, seolah-olah Beliau merasakan langsung dan ikut terlibat dalam tulisan-tulisan yang dibacanya.

  1. Tandai yang Penting

Bung Karno biasa menggarisbawahi kalimat-kalimat dalam buku yang dianggapnya penting. Paragraf-paragraf tertentu dilingkari. Halaman buku yang berisi gagasan-gagasan penting juga diberi tanda. Selain itu, ruang kosong yang ada biasa digunakan Bung Karno untuk ‘berkomunikasi’ dengan pengarang. Ruang kosong tersebut diisi dengan komentar atau sanggahan terhadap pikiran pengarang yang tertuang dalam tulisan. Buku-buku perpustakaan yang pernah dipinjam Bung Karno pasti penuh dengan coretan-coretannya (yang ini tidak boleh ditiru).

 Demikian sedikit cerita unik tentang Bung Karno yang gemar sekali membaca, sampai-sampai hobinya itu dapat mengantarkannya menjadi orang nomor satu di negeri ini. So, read your books and reach your dreams!  []

MKN

 

Leave a Reply