Flash Versi Lego: Dari Superhero Menjadi Superteam

 

Tidak mungkin aku akan membiarkan itu terjadi padaku (menjadi egois dan tidak peduli apapun). … dan semua ini (menjadi lebih bijaksana) adalah hal yang kalian coba ajarkan padaku. … Tanpa teman-teman seperti kalian, aku mungkin akan kehilangan kekuatan selamanya.

-The Flash (James Arnold Taylor [Voice Over], Lego DC Comics Super Heroes: The Flash, 2018)

***

Setiap orang membutuhkan nasehat.Meski sekecil apapun nasehat akan selalu berarti bagi yang menerimanya. Bak pepatah, bahwa nasehat itu layaknya salju yakni semakin lembut ia jatuh, semakin lama ia bertahan, dan semakin merasuk terasa ke kepala. Hal ini yang ingin diceritakan dalam film Lego DC Comics Super Heroes: The Flash. Film yang berdurasi sekitar 78 menit ini pertama dirilis pada bulan Februari lalu. Film hasil kolaborasi dari DC Entertainment, The Lego Group, dan Warner Bros Animation ini disajikan dengan format animasi dan diberi bumbu lebih komedi, sehingga terasa tidak terlalu berat untuk penonton anak-anak.

Berusahalah Tepat Waktu

Cerita diawali dengan perkenalan The Atom sebagai anggota baru dalam Justice League. Baru beberapa jam menginjakan kaki di Hall of Justice, alarm berbunyi dan member pesan bahwa ada serangan di Metropolis. Ketika di selidiki ternyata Joker sedang mengincar gedung Daily Planet untuk ia mengubah bentuk bangunan. Sembari berjalan mengarah gedung tersebut, Joker juga menyebarkan  gas hijau beracun dan menyebabkan siapapun yang menghirup gas itu akan tertawa lepas kendali. Dengan sigap, Justice League menuju Metropolis. Semua anggota telah dating kecuali satu yakni Flash. Keterlambatan Flash membuat Batman mulai mendidih. Namun Justice League tetap berusaha mengatasi Joker yang sudah mulai memanjat gedung Daily Planet.

Di tempat lain, Flash baru saja bangun dan mempersiapkan dirinya. Mengetahui Metropolis dalam bahaya, Flash segera bergegas ke sana. Namun di perjalanan menuju Daily Planet, ada saja gangguan yang ia temui. Mulai dari rasa lapar sehingga dia harus membeli donut untuk dia makan hingga meringkus Captain Cold dan Captain Boomerang yang berbuat ulah. Meskipun demikian, ia tetap berusaha menuju ke lokasi tepat waktu.

Di waktu yang sama, Batman menjadi satu-satunya superhero yang tidak terkena gas beracun dari Joker. Dia menjadi harapan ketika Flash belum sampai di Daily Planet. Di sisi lain, The Atom berusaha menemukan penawar racun tersebut. AkhirnyaThe Atom berhasil membuat penawarnya, Anggota Justice League yang terkena racun dapat kembali normal dan siap menangkap Joker yang telah mengubah Daily Planet menjadi gedung badut. Saat itu pula, Flash dating berusaha menangkap Joker yang melarikan diri. Pada waktu itu juga, kamera televisi menyorot dirinya yang sedang membereskan seluruh kejadian kegaduhan. Seakan Flash bekerja sendiri tanpa bantuan superhero lainnya. Anggota Justice League lainnya menjadi kecewa. Terlebih ketika Flash secara impulsive mengambil alih seluruh pembagian peran superhero yang ada. Superhero lainnya, seperti Batman dan Superman, mencoba mengingatkan bahwa terkadang berlaku tenang dan berpikir dahulu sebelum bertindak sungguh diperlukan bagi superhero.

Nampaknya nasehat dari beberapa anggota Justice League tidak didengar oleh Flash. Hal itu terlihat ketika sosok bayangan kuning bergetar itu mengejek Flash. Dia ingin tahu siapa sosok tersebut dan mencoba menangkapnya. Ketika ia hampir menyentuh sosok bayangan tersebut yang terjadi Flash kembali ke waktu di mana dia bangun tidur dari ranjangnya. Dia merasakan seperti de javu karena seperti kembali pada waktu di mana dia meringkus Captain Cold, Captain Boomerang hingga menangkap Joker. Ketika Flash telah menyelesaikan tugas tersebut, sosok bayangan kuning itu selalu muncul dan mengejek Flash karena dia masih terbilang lambat. Kejadian ini terjadi terus menerus hingga pada suatu saat Flash memaksakan tenaganya sehingga koneksi kekuatannya terputus. Alhasil Flash terlempar ke masa depan yakni 5 hari setelah dia mengalahkan Joker.

Saat Flash kembali ke kota semua berubah. Flash kehilangan kekuatannya dan menjadi musuh kota atas kejahilan yang ia lakukan. Flash mencoba dating mengadu ke markas Justice League. Tapi yang terjadi malah Batman memecatnya dari anggota tim atas keonaran yang telah dia perbuat. Flash pun pulang dengan rasa kecewa karena Justice League tidak mendengarkan pembelaannya. Sesampainya di rumah, Flash melihat seorang penyamar yang menggunakan kostumnya.Ternyata Flash palsu tersebut adalah Reverse-Flash yang juga menjadi sosok bayangan kuning.  Reverse-Flash kembali mengejek Flash yang telah kehilangan kekuatan. Flash berusaha menangkapnya namun dia terlalu lambat, lalusi Reverse-Flash melemparkan borgol ke tangan Flash.

Ternyata di tempat yang sama, The Atom melihat hal yang terjadi antara Flash dengan Reverse-Flash. Ketika dia ingin berubah kembali ke ukuran normal, dia baru sadar bahwa sabuknya rusak karena terkena sambaran listrik dari Reverse-Flash. Alhasil, dengan tubuh mungilnya, The Atom berusaha melakukan sesuatu yang ia dapat lakukan. Melihat di meja ada handphone, The Atom mencoba menghubungi Doctor Fate guna menolong Flash mendapatkan kembali kekuatannya. Ketika Flash berteleportasi ke istana Doctor Fate, The Atom berusaha kembali ke Hall of Justice untuk membongkar semua yang terjadi. Namun perjalanan menjadi sulit, ketika tubuhnya belum kembali normal. The Atom membutuhkan usaha ekstra guna mencapai markas. Sementara itu, Reverse-Flash muncul menampakkan diri dan mulai memamerkan kekuatannya. Reverse-Flash menjadi superhero popular karena menangani penjahat dengan cepat. Popularitasnya menggeser Justice League hingga menyebabkan superhero lainnya menjadi jobless.

Ingatlah Nasehat Mereka

Di tempat lain, Flash menemui Doctor Fate dan asistennya, Zatanna. Setelah Flash menceritakan keluhannya, Doctor Fate lalu menjelaskan bahwa Flash mengalami kelebihan beban saat mengejar Reverse-Flash sehingga memutuskan koneksi kekuatannya. Jalan satu-satunya yakni dengan mengirim Flash ke Speed Force untuk berlatih mengembalikan kekuatannya.  Setibanya di Speed Force, Flash mengalami beberapa kegagalan dalam melewati rintangan. Dalam menyelesaikan rintangan di Speed Force, Flash selalu mengingat nasehat rekan-rekannya di Justice League. Ketika Flash hendak mencapai ujian terakhirnya, Reverse-Flash muncul dan mencuri Speed Force Nexus dan meletakkan kekuatan itu di kostumnya. Seketika, kekuatan Reverse-Flash bertambah signifikan dan meninggalkan Flash yang terjebak di Speed Force.

Dengan Speed Force Nexus, kekuatan Reverse-Flash bertambah berkali-kali lipat sehingga mampu mengalahkan dan mengurung Hall of Justice dengan patung berbentuk dirinya. Selain itu, Reverse-Flash juga memperbanyak patung dirinya dekat beberapa landmark di seluruh penjuru. Hal itu ia lakukan semata untuk memberi tahu pada dunia pada dia adalah The Ruler yang baru dan tak bisa dikalahkan oleh siapa pun.

Belajarlah dari Masa Lalu

Di tempat yang lain, The Atom sampai dan dapat memasuki Hall of Justice dengan bantuan Super Pets Justice League. Selanjutnya, Flash berhasil keluar dari Speed Force dan menuju markas Justice League dengan kendaraan yang dia buat dari bata kuning Speed Force. Setibanya di sana, Flash menceritakan semua yang terjadi padanya. Lalu dia pun memberi rencana penangkapan Reverse-Flash pada Justice League.

Setiap kendaran Justice League ditambahkan bata kuning yang Flash ambil dari Speed Force. Hal itu dilakukan semata untuk memberi tambahan tenaga super cepat agar dapat mengimbangi kekuatan Reverse-Flash. Superhero Justice League dibagi dan bertugas untuk menghancurkan semua patung Reverse-Flash yang ada. Kompaknya Justice League membuat Reverse-Flash kehilangan konsentrasi, sehingga alhasil Flash mampu merebut Speed Force Nexus. Lalu dengan segera Flash memasang Speed Force Nexus ke kostumnya. Dengan demikian, Flash mampu mengalahkan Reverse-Flash dengan memaksanya berlari hingga memutuskan koneksi kekuatannya.

Kejadian itu sama dengan apa yang dialami Flash sebelumnya, tetapi nampaknya Reverse-Flash tidak peduli akan hal tersebut dan tak pernah belajar dari kesalahan orang lain. Di akhir film, Flash menyadari bahwa dalam menjalankan aksi kepahlawanannya dia tak pernah sendiri. Justice League selalu menemaninya dan memberi nasehat yang bermanfaat baginya. Sehingga ia memahami bahwa seorang superhero pun butuh membangun super team.

Sesuai dengan judulnya, Lego DC Comics Super Heroes: The Flash, film ini berkutat pada permasalahan yang dialami tokoh utamanya yakni Flash. Dilihat secara sekilas, sebenarnya alur film animasi yang satu ini mudah ditebak. Diawali dengan masalah, tokoh utama tak peduli dengan advice teman-temanya. Lalu pada suatu titik, pemeran utama sadar atas kesalahannya dan belajar untuk memperbaikinya. Demikian, semudah itu plot ceritanya mengingat film ini diperuntukan untuk semua kalangan umur, khususnya anak-anak. Nampaknya, jika kawan-kawan Jendelist belum punya rekomendasi film, maka Lego DC Comics Super Heroes: The Flash bisa dijadikan referensi nobar bareng adek-adek binaan.

[Isa, Kotabaru]

Leave a Reply