Ekspektasi Pertama

“Saya ingin membuat diri saya dapat bermanfaat bagi orang lain walaupun tidak banyak yang dapat saya lakukan

***

Pada tanggal 3 September, tepatnya hari Minggu, adalah kali pertama saya mengikuti kegiatan mingguan Jendela Jogja karena kebetulan untuk gathering yang pertama saya ada kegiatan kampus. Tema minggu ini adalah toleransi dalam beragama dan berbudaya.

Waktu itu, ada kurang lebih 10 Jendelist yang mengikuti kegiatan di Ngemplak. Adik-adik disana dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama terdiri dari anak-anak TK yang rata-rata masih belajar membaca dan kelompok kedua terdiri dari anak SD yang rata-rata sudah bisa membaca.

Disana, saya menemui berbagai macam karakter anak, dari yang pemalu, pendiam, sangat aktif, dan juga suka bercanda. Untuk pertemuan pertama ini lebih untuk perkenalan dengan Kakak Jendelist yang baru bergabung seperti saya. Dengan cepat, adik-adik di Desa Ngemplak menghapal nama kakak-kakaknya. Kegiatan berlangsung dari jam 3 sore, adik-adik dijemput di rumahnya dan banyak juga yang sudah antusias menunggu di balai. Lumayan degdegan untuk menghadapi banyak anak-anak, karena ini merupakan pengalaman pertama saya untuk menjadi relawan di Yogyakarta. Antusias anak-anak ada diluar ekspektasi saya, saya mengira anak-anak di desa ini akan merasa bosan dengan permainan yang kami buat, ternyata mereka sangat menikmatinya, sangat senang saat melihat mereka tertawa saat Kakak Jendelist datang dan bermain bersama. Untuk kelompok anak SD, kami bermain tebak kata mengenai agama dan budaya, tapi sebelumnya kami bermain tebak “siapakah aku”, jika tidak ada yang bisa menjawab maka akan kami jelaskan sehingga mereka semua tahu. Tidak sedikit dari mereka sudah memiliki wawasan mengenai toleransi agama dan budaya. Walaupun masih ada adik yang pasif, tapi kami berusaha membuat semua adik-adik berpartisipasi.

Adik-adik di Ngemplak belajar tentang toleransi beragama dan berbudaya melalui permainan

Jujur, salah satu tujuan saya mengikuti Komunitas Jendela Jogja bukan hanya untuk mencari pengalaman, tapi saya ingin membuat diri saya dapat bermanfaat bagi orang lain walaupun tidak banyak yang dapat saya lakukan. Saya ingin mendapat berbagai pengalaman dan ilmu baru, punya banyak teman baru untuk saling berbagi, bahkan kesempatan terekspos dengan segala hal yang belum pernah saya jumpai sebelumnya. Saya sangat terkagum dengan Kakak Jendelist yang sudah senior yang mau meluangkan waktu dan tenaganya sepenuhnya untuk menjalankan program kerja Komunitas Jendela. Dari pertemuan pertama membuat saya ketagihan namun kegiatan kampus saya lumayan padat, sehingga belum dapat berkontribusi sepenuhnya. Semoga saya bisa lebih maksimal lagi berkontribusi bersama kakak-kakak di Komunitas Jendela Jogja.

 

Written by Desy Ulfa

Leave a Reply