Hal Kecil Yang Harus Dibiasakan

Hai kawan …

Seperti biasa, minggu pagi adalah waktu yang spesial. Bagaimana tidak, ini bukan saatnya untuk bangun siang dan bermalas-malasan di kos mau pun di rumah, tetapi saatnya untuk bersyukur dengan berbagi keceriaan bersama adek-adek kita di Deresan, Bantul.

Cerita apa, ya, yang bakal kita dapat hari ini?

hal-kecil-yang-harus-dibiasakan-2

Waktu sudah menunjukkan pukul 09.00 WIB. Seperti biasanya kami, para Jendelist, sudah berada di lokasi untuk berkegiatan tiap minggunya. Hmmm, ada yang berbeda dengan suasana kali ini. Jumlah adik-adik tempat kami berkegiatan semakin sedikit, ya? Namun, kami baru sadar jika ada acara desa sehingga banyak anak-anak yang mengikuti acara tersebut. Tanpa ca-ci-cu, dengan enam anak, kami langsung memulai agenda rutin dan utama dari Komunitas Jendela, yakni membaca buku. Adik-adik langsung memilih buku dengan antusias tanpa aba-aba. Mereka memilih beberapa buku hingga menjatuhkan satu pilihan yang menarik hati mereka. Para jendelist pun dengan sigap langsung menemani adik-adik membaca buku yang telah dipilih.

Setelah puas membaca, acara dilanjutkan dengan ice breaking. Seperti biasa, ada salah satu dari kakak Jendelist yang akan memandu. Dan kali ini Kak Gina yang bertugas. “Lingkaran besar… lingkaran besar… lingkaran besarrr…..” Begitulah Kak Gina memulai ice breaking dengan menyayi. Para Jendelist yang lain langsung mengkondisikan adik-adik untuk memulai ice breaking. Kami tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mengkondisikan adik-adik karena jumlah yang datang sedikit. Pada akhirnya kami mulai membentuk lingkaran. Sebelumnya, Kak Gina menjelaskan apa jenis permainan dalam ice breaking kali ini, yaitu gerakan apa yang harus kami lakukan jika saat dalam permainan Kak Gina menyebutkan kata-kata tertentu. Misalkan, jika Kak Gina mengatakan kata ‘angin’ dalam cerita yang dibawakan, maka kami harus bergaya seperti angin bertiup, yaitu menggerak-nggerakkan badan dengan kedua tangan ke atas. Dan jika kata ‘hujan’ yang disebut, maka kami harus mengetuk-ketuk teman yang berada di depan kami dengan kedua tangan. Permainan pun di mulai. Semua orang berputar membentuk lingkaran sambil menyimak cerita Kak Gina. Keseruan ini pun berlanjut hingga 15 menit kemudian.

Nah, masuk ke program kali ini, tema yang diangkat adalah membuang sampah pada tempatnya. Adik-adik dibadi menjadi dua grup, yakni grup kuning yang terdiri dari gadis-gadis cilik (Laily, Devi dan Tazkia) dan grup merah yang terdiri anak laki-laki (Irfan, Tita, dan Azka). Permainan kali ini cukup seru, lho! Mereka diminta untuk menemukan empat gulungan kertas yang telah diikat tali dengan warna sesuai warna kelompok mereka. Kertas-kertas itu tidak dapat ditemukan di mana saja lho! Hanya di tempat-tempat khusus. Nah, untuk tahu di mana tempatnya, mereka diberikan clue oleh kak Bae. Detektif cilik pun beraksi! Dengan kekompakan  masing-masing tidak memakan waktu lama, delapan kertas yang tersebar dapat ditemukan. “Yeeaaayyy…!” Mereka bersorak gembira.

Permainan tidak berakhir begitu saja.Ternyata gulungan kertas yang mereka temukan masing-masing memiliki gambar yang jika disusun akan memiliki sebuah cerita. Masing-masing kertas disusun sesuai dengan urutan cerita di atas kertas karton dan dihias sesuai dengan kreativitas mereka. Kegiatan ini menitikberatkan kerja sama dalam tim, kemampuan problem solving, dan kreativitas dilatih di sini. Bukan hanya adik-adik kita yang asik berkreativitas di sini, namun para Jendelist pun terbawa suasana, lohhh... Kami rindu sungguh merindukan kebahagiaan masa kecil seperti ini, hahaha 

Setelah mading (majalah dinding) dibuat, mereka diminta untuk menceritakan gambar yang berhasil mereka susun. Mading dari kelompok kuning menceritakan bahwa jika kita membuang sampah pada tempatnya maka tidak akan mengotori lingkungan, dan akan tercipta lingkungan yang indah dan asri. Sedangkan cerita dari kelompok merah adalah hal sebaliknya, yaitu jika kita membuang sampah di sembarangan, misal di sungai, lama-kelamaan sampah akan menumpuk dan jika hujan datang maka akan menyebabkan banjir yang sangat merugikan. Itulah pesan dalam permainan ini. Teori tidak akan optimal tanpa praktik, oleh karena itu saatnya untuk bertindak. Masing-masing anak diberikan botol kosong dan diminta untuk mengambil sampah-sampah yang ditemui di sekitar mereka. Mereka kemudian berlomba-lomba untuk mengumpulkan sampah terbanyak. Acara pun ditutup dengan pembagian hadiah yang merupakan hal yang dinanti-nanti, mueehehe 

Kuantitas tidak menentukan kualitas bukan? Hal ini dapat dibuktikan dengan berjalannya  acara hari ini. Kami dapat mewujudkan kegiatan setiap minggu dengan tetap menyenangkan. Kami sungguh merasa salut dengan adik-adik yang memahami pesan dari tema kegiatan hari ini tentang risiko membuang sampah sembarangan. Semoga kegiatan hari ini dapat memberikan manfaat kepada adik-adik bahwa kita harus membiasakan membuang sampah pada tempatnya. Perilaku ini harus dicoba untuk dibiasakan sejak kecil dan dimulai dari hal-hal yang kecil karena untuk mengubah dunia jangan meremehkan hal-hal yang kecil.

Mari tetap semangat menuju perubahan yang lebih baik Indonesia!

hal-kecil-yang-harus-dibiasakan-1 hal-kecil-yang-harus-dibiasakan-3

By: Firda Juhairiyah

Leave a Reply

ARE YOU READY? GET IT NOW!
Increase more than 500% of Email Subscribers!
Your Information will never be shared with any third party.
ARE YOU READY? GET IT NOW!
Increase more than 500% of Email Subscribers!
Your Information will never be shared with any third party.