Ini Cita-Citaku

Assalamualaikum Wr. Wb.

Ada pepatah mengatakan, tak kenal maka tak sayang. Untuk itu, alangkah baiknya sebelum aku cuap-cuap tentang pengalaman berbagi dijendela, perkenalan diri dulu aja kali eaaa .. eets tapi jangan dikira promosi ya kak 😀 mentang mentang jomblo *eh. Oke, kenalin namaku yelladys. Cukup panggil yella aja. Mulai bergabung dengan Jendela Jogja kira-kira setahun yang lalu. Selama setahun ikut dalam komunitas ini, emmm buaaaaanyaaaaak sekali pengalaman yang aku dapat. TAK terkira lah ilmu dan pelajaran penting yang didapat tentang rasa berbagi. Jendelistnya juga buaaaaiiiiikk buangeeet, adek-adek di sapen atau diturgo juga lutcu lutcu gituu. Ah dunia anak-anak memang menyenangkan ya kak :’)

Oke, sekarang mulai fokus pada inti yang ingin yela ceritakan. Yela mau cerita tentang pengalaman menjadi moderator waktu di Turgo kemaren pas hari minggu tanggal 2 Maret 2014 kemaren hloo. Saat jadi moderator aku berduet dengan jendelist super kece yaitu kak maretha. Waktu itu tema pembelajarannya adalah tentang cita-cita, dimana tema minggu lalu masih nyambung sama tema sebelumnya yaitu tentang profesi. Adek-adeknya sangat antusias banget lo kak waktu dengerin aku sama kak eta menceritakan tentang cita-cita. Adek-adeknya juga cekatan angkat tangan saat kita memberikan pertanyaan-pertanyaan simple tapi itu penting untuk mereka ketahui, dan mereka semangat sekali saat menjawabnya. Duh seneng banget pokoknya saat liat mereka aktif kayak gitu :’). *peluksatusatuadeknya

Intinya, aku sama kak eta memberikan pandangan kepada adek-adek turgo yang super menggemaskan itu bahwa cita-cita itu buaaaaanyak banget gak hanya jadi polisi, guru, presiden aja..tetapi bisa jadi petani, astronot, hakim, psikolog, dan buanyaak lagi. Kita menjelaskan kepada mereka semua profesi yang menjadi cita-cita mereka itu adalah keren semua karena semua profesi itu punya kelebihan masing-masing. Setelah itu, abis kita jelasin tentang cita-cita waktunya adek-adek untuk membuat pohon cita-cita. Pasti pada belum tau kan apa itu filosofi pohon cita-cita? Oke, kak yela jelasin ya… jadi, pohon cita-cita itu seperti pepatah tentang apa yang adek-adek tanam nantinya itulah yang akan dituai. Ketika para adek-adek benar-benar merawat pohon itu dengan baik mulai dari tunas hingga pohon itu besar, maka adek-adek akan menuai buah yang lezat dan bergizi. Begitu pula dengan cita-cita yang kita inginkan, ketika adek-adek ingin meraih buah kesuksesan kelak, maka mulai dari kecil adek-adek harus rajin belajar, berusaha, berkreasi, dan berdoa. Hehehehee..kurang lebih penjelasannya begindang ya kak 😀

Nah setelah diberikan penjelasan tentang apa itu pohon cita-cita adek-adek turgo dengan semangat yang menulis dan menggambar cita cita mereka di kertas untuk kemudian ditempel dipohon cita-cita yang mereka buat sendiri juga lo kak serta berharap kelak mereka semua bisa menggapai cita-citanya, amiiiinnn. Mereka kreatif sekali yaaa… anak pintaaar :’) pada pintar menggambar semua ternyata :*

 

Ketika menjadi moderator, tentunya bukan pekerjaan yang gampang. Ini bukan persoalan mengenai isi materi yang dibawakan ya kak, tetapi bagaimana mencuri perhatian anak-anak untuk dengerin dan mengerti apa yang kita sampaikan. Biasalah..anak kecil itu gampang gampang susah diatur, biasanya tergantung mood juga kak. harus pinter-pinternya jendelist juga buat menciptakan suasana yang mereka sukai. Jadi, ketika kita ingin terjun didunia anak maka harus punyaa stok sabar yang buaaaanyak ya hehehehe.

Ketika kemarin aku dan kak eta jelasin tentang cita-cita, adek-adeknya ada yang perhatiin ada juga yang sempat lari-larian dan ramai dibelakang. Hehe.. akan tetapi kita gak patah semangat buat tetep jelasin materi yang ada. Saat jelasin sebisa mungkin kita menjadi kakak-kakak yang ceria yang mengasyikkan. Pembawaan materinya juga harus dengan bahasa yang ringan dan mudah dimengerti agar mereka tidak bingung. Selain itu, aku sama kak eta juga sering melakukan interaksi dengan anak-anak melalui pertanyaan-pertanyaan yang sederhana. Tidak hanya adek-adeknya dan moderator saja yang terlibat namun jendelist pendamping adek-adeknya pun juga dilibatkan saat proses interaksi. Misalnya, saat ditanya tentang apa cita-cita mereka, kakak jendelist juga ikut menjelaskan tentang cita-cita mereka juga sehingga suasana menjadi cair dan tidak menegangkan. Saat berinteraksi dengan anak kecil gaya bicaranya juga harus disesuaikan ya kak..jangan disamakan kayak kita presentasi didepan dosen hehehhe supaya adek kita tidak jenuh saat dengerin materi yang disampaikan. Alhasil, dengan cara seperti itu ternyaata adek adek Turgo begitu antusias lo kak saat dengerin materi dan pada saat membuat pohon cita-cita. Mereka sangat semangat dan aktif banget. Kakak-kakak jendelist semua memang hebaaaaaaaaaaaaaaaaaat. Salut deh sama kalian semua…. :*

Oiya tips satu lagi ya kak ketika berinteraksi dengan adek-adek sebaaiknya menggunakan pakaian yang berwarna cerah ya kak!!! Soalnya itu bisa buat adek-adek juga fokus terhadap kita karena anak kecil biasanya suka dengan warna yang cerah :’)

BTW, yela udah cuap-cuap panjang banget ya…hehe maafkeun ya kak soalnya lagi semangat banget ini nulisnya. Semoga tulisan yela ini bisa menjadi informasi dan pengalaman berbagi yang menginspirasi. Amiiiiinnn……

Wassalamualaikun Wr. Wb

by : Yella

1902911_838432999516439_536145985_n

Leave a Reply

ARE YOU READY? GET IT NOW!
Increase more than 500% of Email Subscribers!
Your Information will never be shared with any third party.
ARE YOU READY? GET IT NOW!
Increase more than 500% of Email Subscribers!
Your Information will never be shared with any third party.