J for Jahil, J for Jendela…. Komunitas Jendela

Assalamu’alaikum wr.wb
Jendela, rumah kita semua.
Jendela, dunia kita bersama.
Jendela, ada di hati kita.
Semangat jiwa muda terus berkarya.

Sebenarnya sudah tidak ada kata-kata yang bisa saya tulis, semua sudah saya tinggalkan di jogja, semua sudah saya tinggalkan di keluarga jendela. Tapi karna mb nita yang memaksa saya, “tulisan terakhir” katanya… , jadi apa boleh buat ^^.

Hari minggu, 05 Januari 2014. Benteng Vredeburg jogja, ada acara nih dari Playplus, “Berpetualang di Negeri Dolanan”. Komunitas Jendela ikut berpartisipasi tentunya, bersama adik-adik dari sapen, kita berpetualang di negeri dolanan…….

FlashBack……
Dimulai beberapa hari sebelum hari minggu, ada beberapa jendelis yang bertanya, kapan saya mulai kerja, kapan saya cabut dari jogja (kaya mau diusir) hehe. Tapi tidak ada yang saya jawab, meskipun ada, itu juga saya minta dirahasiakan, hehe. Bukan apa-apa, hanya saja saya ingin mengejutkan mereka dengan datang untuk pamitan langsung (emang ada yg terkejut…????) . Ada sih, sebagian kecil, pak koordinator salah satunya (Boy Adisakti).

Pagi itu, saat bertemu kawan-kawan jendela, rasanya baru kemarin saya kenal mereka, saat pertama masuk dan ikut komunitas jendela. Senyum adik-adik sapen yang merekah membuat pagi semakin indah. Baik adik-adik maupun kakak-kakak jendelis ikut berpetualang di negeri dolanan, ada yang bermain egrang, grobak sodor, bentengan, ular naga, dan lain sebagainya.. Sebagian kakak-kakak pendamping yang masa kecilnya bahagia dan apalagi di desa pasti permainan diatas akan mengingatka n mereka akan masa kecil mereka masing-masing, meskipun ada beberapa yang tidak bisa main egrang. Hee (yang masa kecil di kota mungkin juga ada ya).

Matahari sedikit malu untuk menampakan dirinya, sehingga membuat hari tidak terlalu panas. Kegiatan seperti ini membantu kita mengingat banyaknya permainan tradisional yang murah, tetapi tidak kalah asik dengan permainan zaman sekarang. Serta membantu mental adik-adik dan menambah teman sesama anak dari daerah lain. Semua bersenang gembira, dalam permainan yang penuh tawa.

Hingga jam makan siang telah tiba, kak restu, kak oci, kak mika dan kak boy sudah datang membawa makan siang. Semua adik-adik dan kakak jendela berkumpul sebelum mereka pulang dan makan bersama. Setelah semua mendapat jatah makan siang, saatnya mereka di absen pulang terlebih dahulu, agar tidak ada adik yang tertinggal,,, ^^. “Semua komplit”, kata Mas Bayu, pasukan jendela siap di pulangkan ke sapen. Dengan motor, kakak jendelis boncengin adik-adik pulang. Hati-hati ya kak….
Tapi tidak dengan saya dan Mas Bayu, kita mampir ke suatu tempat terlebih dahulu, sebelum gabung bersama yang lainya di sapen untuk makan siang dan berpamitan sama adik-adik serta kakak-kakak jendelis. Sampai di sapen, sayang adik-adik sudah pulang karna terlalu capek dan siang juga.

Tiba saat pamitan, Tidak ada kata yang lebih umum yang bisa saya katakan kecuali kata Terimakasih dan Maaf. Ya, terimakasih sudah memberi kesempatan saya menjadi bagian dari keluarga jendela, terimaksih sudah mengajari saya arti berbagi untuk sesama, terimakasih atas semua kenangan indah dan berarti dalam kebersamaan. Dan, Maaf atas semua tutur kata yang lepas tanpa terlebih dahulu saya pilah, maaf jika ada tugas atau tanggung jawab yang belum bisa saya selesaikan dengan baik, maaf atas gurauan yang terlampau menyinggung hati. Hehehe ,,, (pasaran).

Ada pesan dari pak koor, Boy Adisakti dan jendelis lain yang akan saya ingat, terimakasih. Sebenarnya cukup sih, bisa langsung pulang, tp ada yang nangis,,,, aduhhh, cup—cup– adik dika, cowok ndak boleh cengeng ya… (kalo cewek boleh dong kak..?), hmmmmm .. Tanya mb marisa sama mb fitri ya. 🙂
tidak peduli lama atau tidak nya kamu tinggal disana, tapi seberapa berkesan kamu ada disana” kata seorang teman sekaligus kakak. Lumayan membuat terharu dalam hati. Mungkin saya tidak selama kakak-kakak yang lain, tapi meskipun sebentar mereka sudah menjadi bagian dari hidup saya, bagian dari hari-hari saya di jogja, bagian dari mimpi-mimpi saya. Obrolan dengan mb mika, dkk. “Kayaknya, intensitas pertemuan kita terlalu sering deh mb?” (dalam hati: terancam sulit move-on ini) hehe.

sax1

Senin Pagi 06.30 am, pamit sama anak-anak kos, dan puulang,,,,, ^^. Waktu berputar lambat, seakan masih mengingat memori sebelumnya. 02.30 pm, Mas bayu datang ke rumah, saya pikir mas bayu mudik dadakan terus mampir,,,, ehhhh… kenapa ada motor BE dan helm kaya kepik. Tenyata dikerjain (lagi) oleh komunitas J for Jahil….. ^^. Ndak nyangka mereka sampai depan rumah, mulai dari Mb mika, Mb Nit, Mb Put, Mb sel, annisa, Ms Bay, Ms Her, boy, biyan, azri, Ms ammar. Jauh-jauh sampai wonosobo, benar-benar sukses kalian, Selamat…. 😀

Padahal dari awal niat saya ngerjain teman-teman dengan pamit dadakan, ehhh ujung-ujungnya saya yang di kerjain habis-habisan. “ndi, sebenernya itu kita yang terlalu pintar ngerjain kamu, atau kamunya yang terlalu polos? Heheh” kata Mb nita. Duhduh… -.- tapi yang jelas saya bener ucapin terimakasih buat semua jendelis dan adik-adik sapen yang ikut ngerjain juga. Hhhh 🙂

Jika disuruh menceritakan pengalaman, kesan dan pesan selama di komunitas Jendela, rasanya dunia ini terlalu sempit untuk saya jadikan kanvas dan air laut terlalu sedikit untuk saya jadikan tinta. (aduuuhh, lebay,,). Maka dari itu saya rangkum dalam secuil puisi amatiran, (ini asli dari hati dan tidak lebay,,) ^^.

Ehmm….

~~~ Tanpa adanya celah dalam kata , saya masuk kedalam dunia mereka.
Begitu ramah, begitu ceria, tak disangka hati mulai ada rasa.
Rasa ingin terus berbagi kepada dunia, meski hanya lewat cerita.
Jangan biarkan kita menjadi seonggok daging yang hanya bisa bicara.
Tapi, jadilah kita tunas-tunas pilar masa depan bangsa.
Yang akan selalu tumbuh bersama dari ladang keluarga “Jendela”. ~~~~

Terakhir dari saya, semoga kita akan selalu terhubung meski hanya lewat doa, dan kenangan indah kita semua akan tersimpan, terbingkai, terkunci, dalam sudut ruang hati yang paling indah.

J for Jahil…. Uupst…. ^.^
J for Jendela…. Komunitas Jendela.

Terimakasih semua.

Wassalamu’alaikum wr.wb

Andi Priyanto
@andyp_p

sax2

Andi, jendelist jogja sekarang telah bekerja di Jakarta sehingga harus meninggalkan Jogja. Kegiatan di Benteng Vredeburg hari Minggu, 5 Januari 2014 merupakan kegiatan terakhir Andi di Komunitas Jendela Jogja. Komunitas Jendela Jogja sangat beruntung memiliki Andi, seorang jendelist yang sangat aktif dan memiliki ide-ide segar dalam setiap kegiatan yang diadakan. Selama aktif di Jendela Jogja, kontribusi terbesar Andi adalah pengambilan film “Sapen” untuk persiapan #LastProjectSapen. Bahkan, dek Dika (adik di Sapen)  meneteskan air mata ketika mengetahui Andi harus pergi. Selain itu Andi-lah yang menulis lirik Jingle Jendela. Lirik yang  menggambarkan keadaan sebenarnya di Jendela. Bahwa kami adalah keluarga dan kami senang berbagi 🙂

Andi telah menjadi bagian keluarga Jendela Jogja, Andi adalah salah satu saudara terbaik kami. Bangga mengenal Andi, bangga pernah bekerja sama dengan Andi. Berat hati kami harus berpisah dengan Andi, namun jenjang kehidupan harus terus dilewati. Semoga karir Andi di perantauan lancar dan sukses. Doa kami menyertaimu dan “berjanjilah akan slalu bersama” serta teruslah menyebarkan #SemangatBerbagi

-NMR-

Leave a Reply

ARE YOU READY? GET IT NOW!
Increase more than 500% of Email Subscribers!
Your Information will never be shared with any third party.
ARE YOU READY? GET IT NOW!
Increase more than 500% of Email Subscribers!
Your Information will never be shared with any third party.