Jendela Seribu Cerita

Oleh : Cetta, adik desa binaan Ngemplak

[Quote of the day]

“Mas Joo! Bukain pintu dong, kami ingin baca buku”

 Pada suatu hari, aku dan kedua temanku yang bernama Neysa dan Nava bermain di ayunan dekat rumah Neysa. Lalu saat itu si Nesya berkata, “Emmm bagaimana kalo kita membaca buku di Perpustakaan Jendela saja!” Lalu Nava berkata, “Iiiyyyaaa ayo berangkat!!” Lalu aku berkata, “Memangnya ada perpustakaan di kampung ini??” Neysa berkata, “Ada!! Dasar kamu ketinggalan berita!!!” Aku pun berkata, “Maaf aku memang tidak tahu.” Lalu Nava berkata, “Sudah-sudah! Ayo berangkat!” Lalu aku berkata, “Dimana perpustakaan itu??” Lalu Nava berkata, “Ada di seberang jalan.” Lalu kita pun berangkat dan sesampainya di perpustakaan,Nesya mengetok pintu perpus. Tidak ada satu orang pun yang keluar padahal kami semua sudah berteriak “Mas joo!!! Bukain pintu dong kami ingin membaca!” Sampai berulang kali kami berteriak tetapi tidak ada satu orang pun yang membukakan pintu dan akhirnya pun kami pulang dan kembali lagi ke ayunan. Saat kita keasikan bermain kumandang adzan magrib pun tiba. Aku dan kedua temanku pulang.

Saat hari selanjutnya tiba, aku menghampiri Nesya. Saat aku mengetok pintu, Utinya Nesya pun keluar dan bertanya kepada aku, “Kamu mau cari siapa???” aku pun menjawab “Nesya”. Uti Nesya pun berkata, “Masuk dulu, tunggu dulu ya Nesya lagi mandi.” Lalu aku pun menjawab, “Ya terimakasih.” Lalu saat Nesya selesai mandi, ia bertanya kepada Utinya, “Uti yang di ruang tamu itu siapa???” Lalu uti Nesya pun menjawab, “Oh, yang diruang tamu, yang diruang tamu itu Cetta.” Nesya punberkata “Oooo, Cetta.” Setelah Nesya selesai ganti baju, Nesya menemui aku di ruang tamu dan Nesya berkata, “Cetta, kamu menghampiri aku untuk bermain di mana???” Aku pun menjawab “aku ingin mengajakmu ke Perpustakaan Jendela yang kamu ceritakan pada saat kita bermain kemaren.” Nesya pun menjawab, “Ok! Tapi kita menghampiri Nava terlebih dahulu ya.” Aku pun menjawab “Ce O.” Lalu aku dan Nesya pun berangkat menuju rumah Nava. Ternyata ada Mas Bagas, kakaknya Nava, dan ia bertanya, “Cari Nava ya?” Lalu Nesya menjawab, “Iya.” Lalu Mas Bagas menjawab, “Tunggu dulu ya aku panggilkan.” Lalu aku dan Nesya menjawab, “Iya.” Lalu Nava pun keluar dari rumah dan berkata, “Ada apa kalian ke sini???” Lalu aku menjawab, “Aku igin pergi ke perpustakaan yang Nesya katakan.” Nava pun menjawab, “Ok.”Nesya pun berkata, “Ayo berangkat!” Aku pun menjawab “Ok” dan kami pun berangkat.

Sesampainya di Perpustakaan Jendela kami mengetuk pintu dan berteriak “Mas Joo! Bukain pintu dong, kami ingin baca buku” dan akhirnya yang keluar adalah Mas Rijen. Setelah itu Mas Rijen berkata, “Mas Joonya lagi pergi eee, jadi yang jaga perpus Mas Rijen.” Lalu Nesya berkata, “Mas, boleh baca buku?” Mas Rijen berkata, “Boleh-boleh! Masuk yuk!” Nava berkata, “Mas ada kkpk gak mas???” Mas Rijen berkata, “Cari aja soalnya perpus lagi berantakan belum di tata.” Nava pun berkata “Ce O Mas Rijen!” Akhirnya kami pun mencari buku kkpk dan saat itu juga buku yang kami cari ketemu. Lalu aku berkata, “Yes!!! Bukunya ketemu!!!” Lalu Nesya berkata, “Di mana Cet buku nya???” Lalu aku pun menjawab, “Disebelah rak A.” Lalu Nava berkata, “Ce O! Makasih ya, Cet!” Aku pun menjawab, “Ok!” Lalu Nesya berkata kepada Mas Rijen, “Mas, aku mau pinjam buku ini.” Lalu Mas Rijen berkata, “Oh, iya nama kamu siapa???” Nesya pun menjawab, “Namaku, Nesya.” Lalu Mas Rijen menjawab, “Ok, judul bukunya apa ya???” Nesya pun menjawab,“Indahnya Langit Kanazawa.” Lalu Mas Rijen berkata, “Ok! Ini sudah aku tulis.” Lalu aku yang bergantian meminjam buku yg berjudul “Magic Crystal” Lalu Mas Rijen menulisnya dan berkata, “Sudah ini bukunya boleh kamu baca,” Sekarang yang meminjam giliran si Nava, buku yang Nava pinjam berjudul “Sekolah Baru.” Lalu saat semua sudah pinjam dan ingin membaca disana datanglah Mbak Cece yang katanya dia bilang kalo dia itu cantik. Setelah Mbak Cece datang kami pun berkenalan dengan dia dan akhirnya kita pun kenal dengan Mbak Cece, lalu Mbak Cece pun mengajak kami bermain dunia IPA yaitu dengan cara percobaan mengunakan telur, balon, soda, cuka, dll. Saat itu kami juga bermain boomerang (salah satu aplikasi video) dengan Mbak Cece. Sangat menyenangkan!! Lalu Mbak Cece berkata, “Mbak Cece akan pindah rumah tidak lama lagi, jadi kali ini kita foto yuk buat kenang kenangan” Lalu aku pun menjawab, “Ok, tapi kenapa Mbak Cece harus pindah???” Lalu Mbak Cece berkata, “Hmm gimana ya susah yang jelasin.” Lalu aku berkata “Oo ya sudah, mbak aku masuk ke perpus dulu ya.” Lalu Mbak Cece berkata, “Ok.” Suasana pada waktu itu ramai karena banyak mbak-mbak dan mas-mas Jendela sedang berkumpul. Ada yang aku kenal seperti Mbak Illa, Mbak Cece, Mbak Lian, Bunda Yara, Mas Jo, Mas Rijen, Mas Azri dll. Waktu itu aku bermain hingga adzan magrib tiba, lalu semua temanku pulang dan aku pun juga ikut pulang. Keesokan harinya aku pun bermain lagi di Jendela dengan Nesya, Nava dan Egga. Lalu bertemu dengan Mbak Uwik, Mbak Illa, Mbak Upik, Mas Anam dan ada juga Mas Uta. Seletah itu kita main bersama.

 

Leave a Reply