PROFIL PERPUSTAKAAN JENDELA JOGJA (2013-2015)

  1. Kegiatan Berbagi Sapen

                Sapen merupakan daerah di sekitar jalan Timoho. Lokasi kegiatan Jendela Jogja di daerah ini memang berbeda dari lokasi relawan Jendela berbagi sebelumnya. Lokasi berada di perbatasan kota Yogyakarta. Oleh karena itu, karakteristik anak-anak di Sapen adalah anak kota yang memiliki akses pada informasi dan teknologi yang cukup tinggi. Mereka telah mampu mengoperasikan laptop, komputer dan menghabiskan waktunya di depan televisi. Relawan Jendela tidak berhasil memdirikan perpustakaan di Sapen mengingat tidak adanya ruang yang bisa digunakan untuk menyimpan buku-buku yang didonasikan.

Anak-anak Sapen yang tergolong anak kota memiliki sikap kritis dan selalu ingin tahu. Mereka juga mendapatkan akses pada buku di perpustakaan sekolahnya. Oleh karena itu, program kegiatan berbagi relawan Jendela Jogja lebih difokuskan pada pemberian informasi dan pengetahuan yang tidak diberikan secara maksimal di sekolah. Pembentukan etika moral pada anak, pengembangan kreativitas dan pengetahuan akan keragaman budaya Indonesia menjadi tujuan utama relawan Jendela Jogja. Buku-buku donatur dan koleksi Jendela Jogja biasanya dibawa setiap minggunya dan dibacakan ke anak-anak Sapen usai melakukan kegiatan workshop.

 

  1. Perpustakaan Turgo

Dusun Turgo merupakan dusun terdekat dengan lereng Gunung Merapi. Lingkungan di dusun ini tergolong asri mengingat dusun ini masih menjadi bagian dari Taman Nasional Gunung Merapi. Penduduk setempat merupakan petani. Ada 4 RT dan 20 anak dari sekitar 20-30 KK di Dusun Turgo ini yang mengikuti program kegiatan Komunitas Jendela Jogja. Anak-anak di Dusun Turgo tergolong ke dalam anak-anak desa yang kurang memiliki akses pada informasi dan teknologi. Mereka sering berkumpul santai dan menjelajah bersama untuk menghabiskan waktu. Kenakalan remaja yang terjadi pada anak-anak di Dusun Turgo ini adalah berbicara kasar, kurangnya sopan-santun, merokok, dan kebut-kebutan.

Secara ekonomi, kondisi penduduk Dusun Turgo termasuk kelas menengah ke bawah. Hal ini berdampak pada psikologis anak-anak Turgo. Banyak program pendidikan alternatif yang masuk ke dusun tersebut tidak bertahan lama dan anak-anak yang mengikuti program tersebut terbiasa meminta imbalan hadiah. Akibatnya, relawan Jendela Jogja harus bersusah payah menghilangkan kebiasaan ‘datang karena imbalan’ tersebut.

Komunitas Jendela Jogja mendirikan perpustakaan di sini berkat inisiatif warga setempat dan dibantu oleh LP-190, relawan Jendela mendirikan Taman Bacaan Turgo di salah satu rumah warga di RT 11. Seluruh kegiatan pada awalnya dilakukan di TK PAUD setempat. Anak-anak dari 4 RT berkumpul di sana dan kakak-kakak relawan memberikan kegiatan workshop dan membawa buku bacaan untuk mereka.

 

PENGURUS JENDELA JOGJA 2013-2015

Kordinator                          : Boy Adisakti

Wakil Kordinator              : Rofik Tri Prasetyo

Sekretaris                            : Vista Gasela

Bendahara                          : Yosi M

Divisi Program                   :

  • Mika Margareta
  • Lugina Qolbi Janari
  • Agustin Rahmawati
  • Ihya Ma’rifa
  • Arif Muhammad Ammar
  • Gesang Putri Rahayu
  • Pendi Lestiani P

Divisi Kerjasama               :

  • Restu Prima A
  • Yelladys Nuring
  • Paskah Andriany Purba

Divisi Relawan                   :

  • Annisa S
  • Azri Muharrom
  • Vida Farida

Divisi Media & Publikasi :

  • Nita Maria R
  • Deti Febriani
  • Aritri Wahyudiningsih
  • Mukhammad Bayu A
  • Fitri Fatonah
  • Leila Nurfitria

 

Detail LPJ Kerja terbaru Jendela Jogja (periode 2016/2017) dapat  dilihat disini : LPJ Jendela Jogja