Permainan Tradisional: Kegiatan Bermanfaat yang Mulai Ditinggalkan

Hari sabtu, saatnya saya kembali ke Manggarai bertemu adik-adik setelah rutinitas seminggu penuh. Saya menjadi menjadi PJ hari ini, dengan semangat 45 bersiap untuk mengajak adik-adik bermain permainan tradisional.

Saya tiba di Manggarai pukul setengah 11, sesuai peraturan agar bisa mempersiapkan segalanya. Cuaca sedikit mendung hari itu, tapi tidak menyurutkan semangat saya menuju perpustakaan. Sebenarnya hari ini saya harus ikut tim ikut acara di  hotel Novotel, tapi karena satu dan lain hal, saya memutuskan untuk pergi ke perpus. Ketika saya tiba di perpus, saya agak shock, karena kondisi perpus sepi, dan bahkan pintunya masih terkunci. Agak sedikit ragu, jangan-jangan hari ini tidak ada kegiatan di perpus. Syukurlah, sekitar pukul 12 perpus berhasil terbuka, meski sempat diwarnai berbagai insiden. 😀

Cukup banyak anak-anak yang datang ke perpus hari ini, baik anak-anak yang sudah biasa datang maupun anak baru. Namun, berhubung cuaca kurang bersahabat untuk bermain di luar, akhirnya saya memutuskan anak-anak menggambar dengan tema “Tempat Wisata”.  Anak-anak sangat antusias menggambarnya, karena saya mengiming-imingi jika gambar paling bagus akan dihadiahi risol (kebetulan saya membawa sedikit makanan hari itu). Selesai aktivitas menggambar, cuaca menjadi cerah dan saya memutuskan mengajak anak-anak bermain di luar.

Kami bermain benteng, dan membagi anak-anak menjadi dua kelompok. Awalnya permainan sangat menarik, namun setelah beberapa menit berjalan terjadilah insiden. Salah satu anak tiba-tiba terjatuh, dia adalah anak yang baru pertama datang. Lutut anak tersebut lecet dan sedikit berdarah. Saya sampai harus meminta kak Radar untuk menggendong anak tersebut menuju rumahnya. Sebenarnya lukanya tidak cukup serius, tapi entah kenapa anak tersebut menangis cukup kencang. Hal ini menyebabkan berubahnya mood anak-anak untuk melanjutkan permainan.  Akhirnya kami kembali ke perpus dan permainan berakhir begitu saja. Beberapa anak memutuskan untuk pulang, sedangkan sisanya yang bertahan di perpus saya ajak bermain tebak-tebakan. Syukurlah mereka cukup antusias dengan kegiatan ini.  Namun sayang, lagi-lagi ada insiden yang terjadi. Ada salah satu anak yang menangis terkena lemparan teman yang lain. Agak susah mendamaikan mereka berdua, untung saja segera dipisah.

Setelah kegiatan yang cukup panjang hari ini, dan diwarnai dengan beberapa insiden, akhirnya kegiatan pun  harus diakhiri. Sore ini ditutup dengan berbagi makanan yang dibawa teman saya. Senang melihat anak-anak begitu antusias dan bahagia saat menerima makanan kecil tersebut. Ahh…begitulah kehidupan anak-anak. Tidak pernah ada yang terlalu rumit bagi mereka. Hidup ini hanyalah tangis dan tawa yang saling bergantian. Konflik-konflik sederhana sesekali muncul, namun selalu bisa diakhiri dengan bermain bersama atau saling berbagi makanan.

What a special day….

 

*A special day can be every day, if you can make a lot of special moment, that you can remember every day” – My quote, PJ 1 juni

 

Special big thanks: Mas Gilang kembaran pak jamin(Membantu mencarikan kunci), abang tahu gejrot (jujur ini berjasa banget), Mas radar (PJ juga), mas Iam, Jamik, 2 teman saya, kaka saya, dan semua yg mendukung kelangsungan hari ini (lebay mode:on).

Leave a Reply

ARE YOU READY? GET IT NOW!
Increase more than 500% of Email Subscribers!
Your Information will never be shared with any third party.
ARE YOU READY? GET IT NOW!
Increase more than 500% of Email Subscribers!
Your Information will never be shared with any third party.