Purpose: Part 2. Part Yang Bikin Kamu Terkejoet. Part 3 Bakal Buat Kamu Blingsatan

Quote 3

Bak sesosok Anam yang akhirnya menemukan kekasih hatinya (setelah penantian panjang dan penolakan yang datang bertubi-tubi), memahami dan mengetahui diri sendiri pun butuh kesabaran dan ketulusan setegar pasangan muda ini. Santi/Sinta (pacar baru Anam) adalah contoh nyata sebentuk ketulusan, dia rela dan tabah menerima segala kekurangan dan mungkin sedikit kelebihan Anam. Apa adanya. Dengan alasan yang rasional tentunya (?).

Hal itulah yang akhirnya menjadi alasan mengapa di awal artikel sebelumnya saya ngebahas Chade-Meng Tan dengan compassion-nya. Bahwa untuk memahami kehidupanmu seutuhnya, kamu hanya perlu mengetahuinya dari bagaimana orang lain memandang hidupmu (simpati) dan bagaimana kamu memandang hidup orang lain (empati). Tapi, bukan berarti kamu menjadi orang yang bergerak karena diinginkan orang lain, bukan juga menjadi orang yang ingin dibanggakan orang lain, melainkan menjadi diri yang benar-benar kamu harapkan. Bermanfaat dan unik. Memang perlu perjuangan ekstra untuk mencapai tingkatan itu, tapi apa salahnya dicoba, toh, HIDUUUPPPPP ADAAALAH PERJUANGAN TANPA HENTI-HEENTIIII~~

Quote 4

 Ya, yaa, jadi gini sobat jumawa que, semua narasi di atas itu ada baiknya hanya dibaca saja, tidak perlu dimengerti, apalagi dipahami, karena itu cukup filsuf. Kamu gak akan kuat. Hehe. Nah, biar lebih kontekstual, mari kita bedah buku Purpose secara seksama sebagai legitimasi kalau saya memang membuat artikel resensi. Sumonggo kita resapi beberapa hal yang saya dapatkan dari buku Purpose ini mengenai pengenalan diri sendiri dan menentukan tujuan. Simak!

1. Find your passion

everybody is a genius. But if you judge a fish by its ability to climb a tree, it will live its whole life believing that is stupid.” The question i have for you at this point is, “what is your genius?” – hal. 112

Mulai aja dulu”, kalo kata Tokopedia. Dan itu emang perlu dilakukan, jadilah orang yang gampang penasaran. Semakin banyak penasaran semakin banyak pertanyaan, semakin banyak pertanyaan semakin banyak jawaban, semakin banyak jawaban maka akan semakin banyak pilihan. Mulai pada titik itulah kamu menentukan pilihan. Mau lanjut dan bereksplorasi pada hal yang sudah kamu alami atau cari yang lainnya dan memulainya dari rasa penasaran lagi.

Oh iya, passion itu bukan suatu hal yang sangat kamu kuasai, tapi suatu hal yang gak bakal bisa kamu lepasin dan kamu senang melakukannya. Mungkin untuk saat ini passion kita sama ya sobat? Nyinyir yekan~~

2. Love your self

“You’re not everyone’s cup of tea.” Kamu gak perlu jadi siapapun untuk menyenangkan semua orang. Gak bakal bisa! Setiap orang punya nilai relatifnya masing-masing. Yang orang lain anggap baik belum tentu baik juga menurut orang yang lainnya. Yang menurut sebagian besar orang menyenangkan, mungkin aja membosankan untuk sebagian besar lainnya. Yawdin, jadi dirimu sebaik mungkin aja. Sebaik kamu memahami kelebihanmu, sebaik kamu menerima kekuranganmu, dan sebaik kamu mengetahui peranmu.

“The only person that can always love you is yourself. Be the change that you want to see in the world” – Mahatma Gandhi

3. Kata Hati

Hidup itu selalu bergerak dinamis, my dear. Gak bisa lempeng gitu aja. Selalu penuh dengan kejutan. Alhasil, mau gak mau kitalah yang harus mutusin arah/strategi untuk pergerakan hidup itu. Tujuannya? Ya, biar gak banyak terkejutnya.

Terus gimana caranya? Jadi gini sobat jumawa, ada dua hal yang mendasari seorang manusia dalam mengambil keputusan. Sesuatu yang bersumber dari outer self (otak) dan inner self (hati). Apa pun yang dipikirkan otak akan selalu bermuara pada dua kutub: positif atau negatif, baik atau tidak baik. Sedangkan pada inner self, titik akhirnya hanya akan pada satu kutub saja, yaitu positif. Kenapa? Karena saat kita mengajak hati untuk bicara, yang keluar adalah pesan-pesan positif. Hati gak bakal pernah bohong. Mungkin aja bakal ada ragu/cemas. Tapi tidak dengan bohong.

So, what is your plan?

4. Forgive

Besok

5. Bermimpi

Dilanjut  

6. Try to express your self

Lagi

– End of Part 2 –

 

Oleh : Wildan Elsha

Leave a Reply