Welcome the New Generation

 

“Jangan lupa ya, besok jam 9”. Itulah chat terakhir malam itu yang saya sampaikan ke teman-teman ‘calon’ relawan baru Komunitas Jendela Jakarta yang akan mengikuti acara Gathering perdana. Ya, awal tahun 2016 ini tepatnya bulan Maret kami dari Komunitas Jendela Jakarta baru saja mengadakan Open Recruitment relawan baru dan mengundang mereka untuk ikut Gathering perdana pada awal bulan April.

Tema yang kami ambil dalam kegiatan tersebut adalah New Generation, begitu pula kami menyebut ‘angkatan’ tersebut. Harapannya adalah mereka para relawan baru bisa menjadi generasi baru dengan membawa semangat baru dan ide-ide baru untuk perkembangan Komunitas Jendela Jakarta ke depannya.

Tercatat ada 120 orang yang kami terima sebagai relawan baru Komunitas Jendela Jakarta, dengan harapan bisa kami bagi ke dalam 3 (tiga) lokasi perpustakaan, yakni di Manggarai, Serpong dan Sungai Bambu. Namun dalam kegiatan Gathering tersebut ternyata hanya sekitar 70 orang yang bisa hadir dikarenakan beberapa hal yang tidak bisa mereka tinggalkan.

Acara di mulai agak sedikit telat karena lokasi yang cukup jauh mengingat mayoritas relawan baru berdomisili di daerah Jakarta Timur-Bekasi dan sekitarnya. Tepat jam 09.30 acara di mulai, di awali dengan sambutan Koordinator Umum Komunitas Jendela Jakarta yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Koordinator Divisi Relawan dikarenakan yang bersangkutan baru bisa hadir di siang hari.

Kemudian acara dilanjutkan dengan ice breaking yang dipandu oleh MC (Kak Hakim dan Kak Windy). Beberapa games perkenalan kami mainkan dan membuat suasana menjadi lebih cair dan jadi lebih kenal satu dengan yang lainnya.

 

IMG_0474 IMG_0504

Masuk ke acara inti yaitu penyampaian materi tentang Volunteerism oleh Mba Prihatiningsih, Founder dari Komunitas Jendela Jakarta yang juga merangkap sebagai Founder Komunitas Jendela. Sebelum masuk ke inti paparan, Mba Prie –panggilan akrabnya- sedikit menjelaskan tentang sejarah Komunitas Jendela mulai dari pertama kali berdiri di Yogyakarta pada tahun 2011 hingga tersebar di beberapa kota pada tahun ini. Ia juga menceritakan perubahan tagline yang biasa digunakan, awalanya menggunakan tagline “We are not just building a library, we are building a future”, kemudian pada tahun 2012 diubah menjadi “Prepare the readers to build the future”. Tagline yang menjadi semangat para relawan untuk terus berbagi dan mengajarkan kepada adik-adik agar rajin dan gemar membaca. Di akhir presentasi Mba Prie menampilkan beberapa cuplikan dokumentasi kegiatan yang dilakukan.

“Allahu Akbar … Allahu Akbar”, adzan berkumandang. Waktunya istirahat, makan siang dan shalat bagi yang beragama Islam. Sambil istirahat terlihat beberapa relawan baru dan lama saling berbaur dan bercengkrama satu sama lain.

 

IMG_0626 IMG_0647

Selesai istirahat, acara dilanjutkan dengan penyampaian materi terkait Micro Teaching oleh Divisi Program yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Kak Amel (Amalia Safitri). Kak Amel memulai presentasi dengan memperkenalkan kegiatan rutin dan utama di Komunitas Jendela Jakarta, kemudian dilanjutkan dengan apa dan bagaimana menjadi seorang pendidik. Ya, di Komunitas Jendela Jakarta, apapun background para relawan mereka tetap akan menjadi seorang pendidik, bukan hanya pendidik yang mengajarkan nilai-nilai akademis namun juga nilai-nilai etika, moral dan kesopanan, ini yang penting. “Pendidik memiliki 4 ciri, yaitu; berwibawa, mengenal anak didiknya, membantu anak didiknya, dan memiliki perhatian anak didik”, papar Kak Amel. Kemudian Kak Amel juga menjelaskan bagaimana step-step cara mengajar yang baik, karena memang semua relawan di Komunitas Jendela Jakarta akan mendapatkan giliran untuk menjadi pengajar (baca: pengisi materi) di kegiatan rutin setiap hari sabtu dan minggu. Di akhir sesi, Kak Amel menyebutkan beberapa peraturan yang diterapkan di perpus Komunitas Jendela Jakarta, agar juga menjadi perhatian bagi para relawan yang baru. “Sebagai relawan, kita semua akan menjadi contoh bagi adik-adik, apa yang kita lakukan, ucapkan, akan ditiru oleh adik-adik”, tutup Kak Amel. Setelah paparan dari Kak Amel, beberapa peserta diminta untuk maju dan mencoba menjadi pengajar dengan peserta lainnya bertindak sebagai adik-adik.

 

IMG_0522 IMG_0590

Setelah seharian mendapatkan materi, rangkaian kegiatan hari itu diakhiri dengan games besar yang dipimpin oleh MC. Rasanya waktu berjalan begitu cepat, keseruan hari itu harus berakhir diiringi dengan datangnya senja.

Selamat datang para relawan baru, welcome the new generation.

Leave a Reply

ARE YOU READY? GET IT NOW!
Increase more than 500% of Email Subscribers!
Your Information will never be shared with any third party.
ARE YOU READY? GET IT NOW!
Increase more than 500% of Email Subscribers!
Your Information will never be shared with any third party.