As One: Ketika Tenis Meja Bisa Menyatukan Perbedaan

Sutradara: Moon Hyun-Sung

Producer: Lee Soo-Nam

Pemain: Ha Ji Won, Bae Doona, Lee Jong Suk, Han Ye Ri, Choi Yoon Young, Oh Jung Se, Park Chul Min

Durasi: 127 menit

Bahasa: Korea

Genre: Drama, Olahraga

Distributor: CJ Entertainment

Tahun: 2012

Perbedaan negara seakan menjadi tembok penghalang bagi Korea Utara dengan Korea Selatan. Padahal apabila dirunut sejarahnya, baik Korea Utara maupun Korea Selatan dahulunya adalah satu bangsa yang sama. Jauh setelah itu, dunia pernah mencatat adanya pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) antara kedua negara tersebut di tahun 1987. Pelaksanaan konferensi itu untuk meredahkan ketegangan ekstrem di semenanjung Korea. KTT tersebut menghasilkan kesepakatan, yakni dengan pembuatan tim olahraga tenis meja dengan bendera Korea Bersatu untuk Kejuaraan Tenis Meja Dunia 1991 di Chiba, Jepang.

Peristiwa perjuangan atlet Korea Bersatu tersebutlah yang coba diangkat dalam film As One besutan sutradara Moon Hyun-sung. Film yang rilis tahun 2012 itu dimulai dengan rivalitas antara kedua atlet tenis meja wanita, Ri Bun-hui (Bae Doona) dari Korea Utara berhadapan dengan Hyun Jung-hwa (Ha Ji-won) dari Korea Selatan pada gelaran Asian Games ke-11 di Beijing, China. Bun-hui kalah, sedangkan Jung-hwa menjadi runner up setelah menyerah takluk oleh Deng Yaping (Kim Jae-hwa) dari kubu tuan rumah, Tim Cina, ketika final.

Setelah 6 bulan berselang, Tim Korea Utara dan Tim Korea Selatan dijadikan satu tim dalam satu bendera, yakni Korean Unification Flag. Pada Bendera itu tergambar peta Korea secara penuh dengan warna biru langit. Tim Tenis Meja Korea Bersatu ini dipimpin oleh Jo Nam-poong (Kim Eung-soo) sebagai pelatih kepala bersama Lee Eun-il (Park Chul-min) sebagai perwakilan pelatih dari Korea Selatan. Pada tim tersebut terbagi menjadi grup wanita dan grup pria.

Di awal, seleksi pemain dilakukan untuk menentukan skuat yang akan tampil di kejuaraan. Pada tim ganda wanita dipilih Yu Sun-bok (Han Ye-ri) berpasangan dengan Bun-hui. Namun ketika dalam pertandingan, Han Ye-ri mengalami serangan nerves. Alhasil, pukulannya sering meleset. Melalui evaluasi, Jung-hwa dipilih untuk menggantikannya. Pasangan ganda Bun-hui dan Jung-hwa ditetapkan dan menjalani latihan selama 46 hari. Setelah melalui pertandingan demi pertandingan, antara keduanya terjalin ikatan pertemanan.

Setelah melewati beberapa pertandingan, Tim Tenis Meja Korea Bersatu ini melaju ke final. Lawan yang menanti tidak tanggung-tanggung, yakni Tim Cina dimana menjadi tim unggulan di lomba tersebut. Ketika mendekati final, terjadi perubahan sikap politik dari pusat Korea Utara. Kondisi tersebut terjadi dikarenakan Tim Tenis Meja Korea Utara berkomunikasi di luar batas dengan pihak asing. Akhirnya, anggota Tim Korea Utara dilarang untuk pergi ke final. Namun tak patah arang, Nam-poong sebagai pelatih kepala mengusahakan timnya untuk berangkat ke arena pertandingan. Keputusannya disambut seluruh anggota Tim Korea Bersatu yang telah menunggu. Lalu, perjuangan Tim Korea Bersatu tidak terhenti. Alhasil, Tim Ganda Bun-hui dan Jung-hwa memenangi kejuaran tersebut.

Nampaknya setelah menonton film As One ini, anggapan olahraga dapat menyatukan perbedaan benar adanya. Selain kompetisi, ada yang paling penting yaitu adanya pembentukan relasi. Persatuan tidak hanya digambarakan dari kekompakan dari Tim Korea Bersatu saja. Lebih dari itu, sorak-sorai para penonton hingga dukungan komentator pertandingan dari kedua negara ditampilkan di film As One. Tambahan, film berdurasi 127 menit cocok menjadi inspirasi bagi siapa pun yang memiliki hobi olahraga, apalagi tenis meja, untuk selalu semangat berlatih dan berjuang dengan apapun kondisinya.

(Isa Elfianto)

Leave a Reply