Cita-cita dan Senyuman

Halo! Perkenalkan, saya Manda, salah satu orang yang beruntung bisa masuk Komunitas Jendela Lampung. Saya mau sedikit bercerita nih tentang pengalaman pertama saya datang ke rumah baca. Rumah baca adalah tempat komunitas ini berkumpul dan berbagi ilmu. Komunitas ini memiliki kegiatan rutin di rumah baca dan mengajarkan adik-adik di daerah itu setiap hari Minggu. Semuanya tidak seperti dugaan saya, dari tempat serta adik-adiknya, awalnya saya membayangkan bangunan yang sudah permanen dan adik-adik yang sudah pandai membaca, namun sebaliknya.

Agenda kegiatan yang pertama adalah menyanyikan lagu Indonesia Raya dan senam. Setelah itu kami masuk dan mengajarkan adik-adik membaca. Kebetulan saya mengajari seorang adik kelas 3 SD. Awalnya dia tidak mau membaca buku yang sudah dipilih. Saya mengajak dia berbicara, menanyakan nama, sekolahnya dan beberapa pertanyaan lain. Dia terlihat malu, mungkin karena dia baru pertama kali melihat saya. Sayapun mengeluarkan beberapa buah permen yang memang sengaja dibeli sebelum berangkat. Dia sudah mulai mau berbicara dan sudah mau membaca. Setiap dia selesai membaca satu bab buku ceritanya, saya memberi imbalan permen untuknya. Saya menyimaknya membaca sudah cukup lancar untuk anak seumuran dia.

Agenda terakhir untuk adik-adik adalah membuat kreativitas dengan bahan-bahan yang sudah disiapkan. Melihat mereka sangat antusias, membuat saya yang baru pertama kali ke sana melengkungkan senyum. Senang rasanya melihat adik-adik masih memiliki keinginan untuk membaca, mengejar cita-cita mereka.


Saya senang bisa bergabung dengan komunitas ini, saya bisa merasakan dan melihat sendiri ternyata banyak orang di luar sana yang masih mau berjuang walau banyak rintangan, melihat mereka tertawa seakan-akan sedang berada di rumah. Mereka adalah keluarga baru bagi saya, saya juga senang karena bisa bermanfaat untuk orang lain.

Salam hangat, @mandaoor.

Leave a Reply