PENTA5 KOMUNITAS JENDELA LAMPUNG (Bagian 2-End)

Tidak ada kata yang bisa terucap saat melihat adik-adik Jendela Lampung tersenyum dan tertawa. Tidak ada yang mampu membayar keringat para relawan Jendela, karena mereka pejuang tanpa tanda jasa, yang ikhlas memberi pendidikan serta ilmu yang bermanfaat untuk anak-anak.  Jarak yang ditempuh tidak jadi halangan untuk relawan Jendela Lampung. Waktu di mana seharusnya para relawan lakukan untuk keluarga atau untuk kesempatan lainnya. Namun di setiap minggunya, mereka masih sempat meluangkan waktu untuk mengajar adik-adik di rumah baca.

Semangat adik-adik yang datang belajar ke rumah baca pun sungguh luar biasa. Dilakukannya dengan senang hati tanpa ada paksaan. Bahkan ada yang bercerita, “Kakak, rumahku jauh. Aku ke rumah bacanya jalan kaki, Kak, karena mau ketemu kakak-kakak dan mau belajar dengan kakak.” Mendengar kalimat sederhana itu, para relawan merasakan bahwa perjuangan mereka sudah dibayar lunas dengan sebuah kehormatan.

Lalu pada Minggu, 24 November 2019, di mana telah dilaksanakan outbond Penta’5 Jendela Lampung. Acara diisi dengan Puppet Show–dongeng dengan menggunakan boneka, baca puisi, permainan cepat tangkas, permainan tebak gaya, dan jelajah alam. Tak hanya bermain, adik-adik sangat antusias dan bersemangat untuk memecahkan teka-teki dalam sebuah permainan.

Sementara itu, di akhir acara para relawan Jendela Lampung mengumumkan hasil pemenang lomba. Dari hasil penilaian lomba yang telah dilaksanakan di hari yang sama saat Penta’5.

Rasa lelah, letih, semua sirna saat melihat senyum manis adik-adik yang senang dan gembira pada acara outbond Penta’5 Jendela Lampung. Rasa syukur kami ucapkan kepada tuhan yang telah memperlancar kegiatan dan berlangsung dengan baik. Ada banyak pengalaman dan pembelajaran bagi diri pribadi, dan semoga sama bagi semua yang turut hadir dalam kemeriahan  Penta’5 Jendela Lampung.

Jika kita menginginkan sesuatu maka berusahalah.

Jika kita ingin berbuat kebaikan maka tunaikanlah.

Jika kita ingin meraih cita-cita maka belajarlah.

Jika rasa tidak mungkin maka berdoalah.

Jika semua sudah ditunaikan maka usaha tidak akan membohongi hasil.

Ingatlah tidak ada yang tidak mungkin jika tuhan sudah berkehendak, berawal dari mimpi-mimpi kita bisa menaklukkan dunia, kejarlah dengan tanpa lelah sampai engkau meraih apa yang engkau cita-citakan. Hidup ini seperti kompetisi. Jika ingin meraih cita-cita, harus siap dengan rintangan jatuh bangkit dan berdiri, jatuh lagi, bangkit lagi, dan berdiri lagi hingga tuhan memberikan kado istimewa buah dari kesabaran dan perjuangan.

-Latifah-

Leave a Reply