Semua Murid, Semua Guru

Saat mendengar kata guru, apa yang terlintas di pikiranmu? Bagaimana dengan murid?

Guru yang banyak kita ketahui adalah mereka yang menempuh ilmu di bidang pendidikan dan menyalurkan ilmunya kepada murid. Tapi apakah hanya yang menempuh ilmu di bidang pendidikan dan menyalurkannya yang bisa disebut seorang “guru”?


Nyatanya semua patah ketika saya bertemu dan tergabung dalam bagian Komunitas Jendela Lampung. Mereka kebanyakan bukan berasal dari ranah ilmu pendidikan, tapi memiliki tujuan yang besar tentang pendidikan anak serta menanamkan budaya literasi bagi anak – anak.
Apa mereka bisa disebut sebagai guru ?

Mereka memang mempunyai latar keilmuan yang berbeda: dari ilmu sosial, ilmu ekonomi, ilmu pertanian bahkan dari ilmu teknik. Dengan ketulusan kakak–kakak Komunitas Jendela Lampung dalam hal peningkatan pendidikan, mereka mau “mendidik” adik – adik di daerah pembuangan akhir sampah dengan segala kondisi yang ada.
Bagaimana dengan saya yang berlatar belakang pendidikan?
Apa yang saya sudah lakukan untuk pendidikan Indonesia?
Dari semangat dan ketulusan teman–teman Komunitas Jendela Lampung membuat saya belajar menjadi seorang “murid” atas ketulusan dan semangat mereka dalam memperjuangkan Pendidikan Indonesia.

Sampai kapanpun dan siapa pun kita akan terus belajar layaknya seorang “murid”, sampai kapanpun kita bisa menjadi “guru” bahkan untuk diri kita sendiri. Karena tonggak suatu negara ada di pendidikan dan di tangan seorang guru. Akan menjadi apa bangsa ini tergantung bagaimana guru serta pendidikannya.


“Semua hal besar berawal dari hal–hal kecil yang dilakukan”.

(Adrian Rizki Saputra)

Leave a Reply